Meikarta Terjerat Kasus Hukum, Lippo: Pembangunan Dilanjutkan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Membangun Pusat Bisnis di Meikarta

    Membangun Pusat Bisnis di Meikarta

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO Lippo Karawaci, John Riady, mengatakan akan melanjutkan proyek pembangunan yang sudah ada termasuk Meikarta. Lippo belum berencana menggarap proyek baru. 

    Baca : Divonis Bersalah Suap Meikarta, Pengacara Billy Sindoro Banding

    John Riady menuturkan akan segera menyelesaikan semua proyek properti yang sedang berjalan dan belum serah terima berkaitan dengan komitmen Lippo.

    "Semua proyek yang sudah kita mulai, serentak akan segera kita selesaikan, termasuk Holland Village dan harus semuanya, karena buat apa menunggu-nunggu lagi kan kita sudah telat," ujarnya 19 Maret 2019.

    Proyek utama yang saat ini sedang dibangun adalah Holland Village, Millenium Village, Monaco Bay Residences, St Moritz Makassar, Perkantoran Kemang, Embarcadero, Perkantoran Lippo Thamrin serta Holland Village Manado.

    Termasuk Mega proyek Meikarta yang hingga kini tengah diterjang kasus di KPK, segera diselesaikan. Sebab, ujarnya daerah Cikarang sebagai tempat lokasi dimana proyek tersebut dibangun dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar. Didukung dengan pembangunan infrastruktur pemerintah.

    Selain itu, harga tanah di daerah timur jakarta lebih murah dibandingkan daerah barat. John Riady mengatakan meski proyek tersebut sudah tidak lagi dikonsolidasikan dalam laporan keuangan anak usaha, PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), tetapi Lippo masih menjadi pemilik proyek Meikarta.

    "Meikarta itu adalah proyek yang sangat bagus, bahkan Meikarta menjadi investasi hunian terbesar se Asia Tenggara," ujarnya.

    Selain itu, John mengatakan akan lebih berfokus pada proyek properti dan kesehatan setelah mengumumkan transformasi strategis menyeluruh untuk rekapitalisasi Perseroan dengan perubahan jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan serta kembali memfokuskan bisnisnya.

    John menyayangkan proyek tersebut yang saat ini terkena isu yang kurang sedap, meski demikian pihaknya tetap berkomitmen untuk tetap menyelesaikan proyek tersebut.

    "Jadi memang terlepas dari berbagai isu Meikarta, kami menyayangkan hal tersebut, ya semoga cepat selesai, secara fundamental bisnis itu adalah proyek yang baik dan akan kami teruskan dan kami berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunannya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.