Bukalapak Dicoba Diretas, Simak Tips Amankan Data Pelanggan Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bukalapak Jadi Official Online Ticketing Partner Big Bang Jakarta 2018

    Bukalapak Jadi Official Online Ticketing Partner Big Bang Jakarta 2018

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi angkat bicara soal peretasan yang dilakukan terhadap situs jual beli online Bukalapak.

    Baca: Bukalapak Benarkan Data Pelanggan Sempat Dicoba Diretas

    Heru menyebutkan peretasan memang sering kali membayangi situs-situs e-commerce. Selama ini, upaya penyadapan data bisa dimaksudkan untuk kemudian diperjualbelikan oleh oknum.

    Sebab, pada era saat ini, data dianggap sebagai minyak baru atau 'new oil' yang memiliki harga jual tinggi. "Data itu sangat penting, ada nilainya, dan dapat dimanfaatkan secara maksimal," ucap Heru kepada Tempo pada Senin, 18 Maret 2019.

    Pernyataan Heru menanggapi Bukalapak yang diretas beberapa waktu lalu. Head of Corporate Communications Bukalapak mengatakan, kendati situsnya dibobol oknum, data penting pelanggan di dalamnya diklaim aman.

    "Memang ada upaya untuk meretas Bukalapak beberapa waktu yang lalu. Namun tidak ada data penting, seperti user password, finansial atau informasi pribadi lainnya, yang berhasil didapatkan," kata Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono dalam siaran pers.

    Meski begitu, Heru meminta pelanggan tak perlu takut untuk tetap menyimpan datanya di situs-situs e-commerce. Untuk mengamankan data dari upaya peretasan, Heru menawarkan sejumlah tips.

    1. Mengganti password secara berkala lewat PC
    Heru menyarankan pengguna Internet untuk mengganti password secara berkala di situs-situs tertentu, seperti situs jual-beli. Namun, kata dia, sebaiknya penggantian password dilakukan melalui komputer atau PC.

    "Kalau ganti lewat ponsel, biasanya kita langsung sign in. Lebih aman lewat PC karena PC selalu menawarkan perintah untuk log out," ucapnya.

    2. Selalu mengecek saldo atau e-wallet 
    Bila pelanggan memiliki saldo di akun-akun jual-beli, mereka harus secara intens mengecek saldonya. Diretas atau tidaknya akun bisa tampak dari saldo yang dimiliki masing-masing pengguna.

    Bila saldo berkurang tiba-tiba, bisa jadi akunnya tengah diretas. Bila terjadi peristiwa demikian, pengguna disarankan segera melapor ke situs.

    3. Segera melapor bila kehilangan ponsel
    Peretasan bisa dilakukan oleh oknum dengan cara mengincar pengguna secara personal. Salah satu kesempatan peretas melancarkan aksinya adalah saat memegang ponsel pengguna. Di dalam ponsel yang umumnya berisi banyak data pribadi, peretas dengan gampang akan membobol dokumen sasarannya.

    Oleh karena itu, Heru menyarankan, bila kehilangan ponsel, masyarakat harus segera melapor. Pelaporan penting dilakukan pula ke customer care situs-situs yang disimpannya dalam ponsel untuk menghindari penyadapan data.

    Baca: Bantah Data Pengguna Diperjualbelikan, Bukalapak Sarankan Ini

    4. Pengguna mendorong situs e-commerce melakukan audit keamanan
    Pengguna disarankan aktif meminta e-commerce untuk secara keseluruhan mengaudit keamanan. "Kasih tahu saja pihak Bukalapak, misalnya, untuk mengecek keamanan data penggunanya," ucapnya. Konsumen, kata Heru, dapat kehilangan kepercayaan bila sebuah situs jual-beli berplatform daring diretas pihak tertentu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.