Citilink Klaim Load Factor 80 Persen per Hari Meski Low Season

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penerbangan internasional pertama dari Banyuwangi dengan maskapai Citilink dengan tujuan Kuala Lumpur, 19 Desember 2018. (Dok. Kemenpar)

    Penerbangan internasional pertama dari Banyuwangi dengan maskapai Citilink dengan tujuan Kuala Lumpur, 19 Desember 2018. (Dok. Kemenpar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Citilink Indonesia mengklaim tingkat keterisian penumpang atau seat load factor (SLF) rata-rata per hari bisa mencapai 80 persen. Angka ini berhasil mencatatkan kinerja positif perusahaan sepanjang 2018, juga dua bulan pertama 2019. 

    Baca: AirAsia Tertarik Beli Saham Citilink dari Garuda Indonesia

    Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo mengatakan anak perusahaan Garuda Indonesia itu akan menembus kinerja positif pada kuartal pertama yang umumnya termasuk low season. Optimisme Juliandra lantaran pada 2018, jumlah penumpang maskapai berbiaya murah atau low cost carier (LCC) itu naik 22 persen dari tahun sebelumnya.  

    "Citilink Indonesia telah menerbangkan 15 juta penumpang selama tahun 2018 atau naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 12,3 juta penumpang,” ujarnya dalam rilis yang disiarkan kepada wartawan, Senin, 4 Maret 2019.

    Selain itu, Citilink Indonesia juga berhasil meningkatkan pertumbuhan volume produksinya sebesar 17 persen pada 2018 bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Citilink menggencarkan target meraih angka penumpang sebanyak 18 juta hingga akhir 2019 nanti.

    Target itu didukung dengan rencana penambahan jumlah armada hingga akhir tahun nanti. Adapun Citilink memprogramkan penambahan pesawat Airbus A320, ATR 72-600, dan beberapa pesawat berbadan lebar. 

    Rencananya, Citilink akan memiliki 70 pesawat pada 2019. Saat ini, data Center for Aviation (CAPA) menunjukkan Citilink Indonesia merupakan maskapai LCC Indonesia yang memiliki jumlah armada 61 pesawat.

    Rata-rata pesawat berhasil mencapai ketepatan waktu penerbangan atau on time performance sebesar 91,7 persen per Januari hingga Februari 2019. Ihwal penerbangan, Juliandra menjelaskan, pada 2019, Citilink telah membuka rute baru, baik internasional maupun domestik. 

    Baca: Citilink Bidik Pertumbuhan Pendapatan 23 Persen Pada 2019

    “Khususnya di secondary cities, serta menambah frekuensi di rute-rute yang potensial untuk mengakomodasi kebutuhan dan harapan pelanggan yang ingin bepergian dengan lebih nyaman, juga cepat dan efisien,” ucap Juliandra. 

    Simak berita lainnya terkait Citilink di Tempo.co.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.