Citilink: Riset, Penumpang Tak Manfaatkan Maksimal Bagasi Gratis

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penumpang meletakkan barangnya pada bagasi kabin saat menaiki pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER MH318 dari Kuala Lumpur menuju Beijing, (17/3). REUTERS/Edgar Su

    Seorang penumpang meletakkan barangnya pada bagasi kabin saat menaiki pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER MH318 dari Kuala Lumpur menuju Beijing, (17/3). REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Citilink Indonesia menyebut pengenaan tarif bagasi tercatat untuk penerbangan domestik bisa menjadi kanal pemasukan baru bagi perseroan. Di samping, menurut Direktur Niaga Citilink Indonesia Benny Rustanto, hasil riset selama ini menunjukkan para penumpang selama ini tidak memanfaatkan bagasi gratis 20 kilogram secara maksimal.

    Simak: Tarif Bagasi Citilink Resmi Berlaku Awal Februari

    "Setelah kami melakukan riset ternyata penumpang tidak maksimal bawanya, jadi kami kembalikan saja," ujar Benny di Auditorium Garuda Indonesia, Jakarta, Senin, 28 Januari 2019. Berdasarkan Peraturan Menteri Pehubungan Nomor 185 Tahun 2015, ia mengatakan Citilink sebagai maskapai berbiaya hemat alias LCC memang diperbolehkan mengenakan tarif pada bagasi.

    Pengenaan tarif bagasi ke depannya memang diharapkan bisa menjadi pemasukan tambahan bagi maskapai di luar penumpang, kargo, dan karter. Menurut dia, di dalam industri penerbangan murah, ancillary merupakan salah satu arus pemasukan baru. "Saat ini kami sudah menjual merchandise, makanan, minuman, WiFi, dan jualan iklan untuk meningkatkan pendapatan maskapai," kata dia.

    Dari riset yang dilakukan perseroan sepanjang tahun 2017 hingga 2018, Benny berujar bawaan penumpang maskapai pelat merah itu hanya berkisar 7 - 11 kilogram pada periode low season. Angka tersebut jauh di bawah kapasitas bagasi gratis yang selama ini diberi sebanyak 20 kilogram di luar bagasi kabin yang sekitar 7 kilogram.

    Kuota bagasi itu, menurut Benny, baru terpenuhi pada periode high season di mana para penumpang bepergian untuk berlibur dan pulang membawa oleh-oleh. "Jadi kami riset penumpang berbagasi, ternyata tidak lebih dari itu," kata dia. "Namun kami tidak melihat bahwa kebijakan ini memaksimalkan bisnis kargo, itu hanya side effect."

    Dengan kebijakan teranyar, para penumpang bisa membawa barang ke kabin dengan berat maksimum 7 kilogram dan dimensi maksimal 58 centimeter x 46 centimeter x 23 centimeter. Namun, Benny mengatakan nantinya juga ada sejumlah promo yang bisa didapatkan penumpang untuk mengurangi biaya bagasi tersebut. Salah satu caranya, ujar Benny, adalah dengan mendaftar sebagai member Supergreen dan Garudamiles secara gratis di situs maskapai. "Penumpang member Supergreen dan Garudamiles akan tetap mendapatkan gratis bagai 10 kilogram," kata dia.

    Bagasi gratis 10 kilogram juga bisa didapat oleh penumpang yang membeli 'Green Seat'. Di samping itu, member Citilink Citisport juga akan mendapatkan gratis 20 kilogram untuk perlengkapan olah raga dan gratis tambahan 10 kilogram untuk bagasi tercatat. "Jadi praktisnya 17 kilogram, itu cukup."

    Citilink Indonesia segera memberlakukan kebijakan pengenaan biaya bagasi untuk setiap penerbangan domestik mulai Jumat, 8 Februari 2019. Benny mengatakan pengenaan biaya itu diperlukan untuk memastikan kualitas layanan di tengah ketatnya persaingan di industri penerbangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.