Personalisasi Layanan Seluler, Telkom Bangun Dua Pusat Data

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu gerai GraPARI Telkomsel di Mall Grand Indonesia terlihat tak terlalu ramai didatangi pengunjung yang meregistrasi kartu prabayar, Selasa, 27 Februari 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Salah satu gerai GraPARI Telkomsel di Mall Grand Indonesia terlihat tak terlalu ramai didatangi pengunjung yang meregistrasi kartu prabayar, Selasa, 27 Februari 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. siap mengucurkan investasi untuk membangun dua pusat data pada tahun ini. Pusat data itu terutama diperlukan untuk memperkuat database pelanggan seluler, sehingga layanannya lebih personal sesuai kebutuhan dan ketertarikan masing-masing.

    Baca: Data Pelanggan Seluler Bocor saat Registrasi, Jawaban Rudiantara?

    Direktur Keuangan Telkom Indonesia Harry M. Zen mengungkapkan, pusat data tersebut rencananya akan dibangun di Jatinegara dan Cikarang. “Di Telkomsel, sekarang pascaregistrasi kartu SIM, database pelanggan seluler lebih rapi dan detail,” kata dia kepada Bisnis.com, Ahad 3 Maret 2019.

    Harry menjelaskan, dengan database yang lebih lengkap, nantinya Telkom dapat memberikan penawaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan ketertarikan pelanggan seluler. Sebagai contoh,  seorang pelanggan yang sering mengunjungi mal A cenderung bakal lebih banyak mendapatkan iklan lewat SMS mengenai produk yang di jual di mal tersebut. Sementara pelanggan yang lebih sering mengunjungi mal B, akan lebih banyak mendapatkan iklan produk dari mal B ketimbang dari mal A.

    “Untuk melakukan layanan personalisasi seperti itu, diperlukan sistem teknologi informasi (TI) yang lebih kuat, dengan membangun data center,” kata Harry.

    Tak hanya memperkuat sektor seluler, untuk bisnis nonseluler pun Telkom juga terus mengembangkan IndiHome yang skala bisnisnya tercatat semakin besar. Sejak didirikan pada 2015, saat ini pelanggan IndiHome mencapai lebih dari 5 juta rumah. “Kami tetap mengembangkan bisnis IndiHome. Jadi, kami masih membutuhkan capex untuk membangun akses dari backbone, kami masih lakukan itu,” ujar Harry. 

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.