Petani Keluhkan Harga Cabai Jeblok Hingga Rp 2.500 per Kg

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pedagang tengah memilih cabai rawit yang baru turun di Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta, 7 Maret 2017. Harga cabai rawit merah di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai sebesar Rp 150.000 per kilogram hal tersebut menjadi harga cabai rawit merah termahal dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    Para pedagang tengah memilih cabai rawit yang baru turun di Pasar Induk Keramat Jati, Jakarta, 7 Maret 2017. Harga cabai rawit merah di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai sebesar Rp 150.000 per kilogram hal tersebut menjadi harga cabai rawit merah termahal dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kalangan petani cabai mengeluhkan jebloknya harga komoditas cabai sejak tujuh bulan terakhir. Mereka juga khawatir harga komoditas tersebut makin jatuh saat stok melonjak setelah panen raya.

    Baca: 3 Sebab Inflasi Oktober 2018: Harga Cabai, Bensin dan Sewa Rumah

    Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia Tunov Mondro Atmojo mengatakan, rendahnya harga cabai di dalam negeri telah terjadi sejak Agustus 2018 hingga bulan ini. Kondisi tersebut merupakan anomali lantaran pada periode tersebut, sejumlah sentra pertanian cabai tidak mengalami panen.

    Terlebih, menurut Tunov, sejumlah sentra pertanian cabai seperti Magelang, Banjarnegara dan sentra-sentra lain di Jawa Timur baru akan panen raya cabai sekitar awal bulan depan. "Tentu ini menjadi anomali tersendiri,” ujarnya, Rabu, 27 Februari 2019.

    Berdasarkan pantauannya, kata Tunov, harga cabai merah keriting di beberapa tempat seperti Blora saat ini jatuh ke level Rp 2.500 per kilogram di level petani. Adapun, harga cabai rawit di beberapa titik di Jawa Tengah rata-rata dijual oleh petani Rp 12.500 per kilogram.

    Tunov khawatir, harga cabai akan kembali jatuh ketika memasuki panen raya yang diperkirakan terjadi pada Maret - Juli 2019. “Sejak Agustus, kami mendapat laporan dari pemerintah, katanya surplus produksi untuk berbagai jenis cabai sejak Agustus mencapai 2.000 ton, padahal tidak sedang dalam panen raya. Bagaimana nanti ketika panen raya yang biasanya surplusnya mencapai 30.000 ton?” ucapnya.

    Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia menyebutkan harga cabai merah maupun cabai rawit cenderung fluktuatif sejak Agustus 2018. Pada Agustus 2018, rata-rata harga cabai merah mencapai Rp 36.250 per kilogram, lalu turun menjadi Rp 30.400 per kilogram pada September 2018.

    Baca: Sandiaga Bandingkan Ekonomi dengan Cabai, Pedas dan Naik Terus

    Harga cabai sempat naik kembali pada Desember 2018 menjadi Rp 33.500 per kilogram  lalu anjlok menjadi Rp 27.150 per kilogram pada Februari. Sementara itu, harga rata-rata cabai rawit pada Agustus 2018 mencapai Rp 41.450 per kilogram, lalu turun Rp 35.250 per kilogram pada September 2018. Pada Desember 2018, harga cabai naik kembali ke level Rp 39.400 per kilogram lalu turun pada Februari 2019 menjadi Rp 31.550 per kilogram .

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.