Tanggul 7,2 Km di Pekalongan Ditargetkan Kelar di Akhir 2019

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar udara tanggul laut di RT 20/RW 17 Muara Baru, Jakarta, Minggu 20 Januari 2019. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun tanggul baru di depan tanggul lama, lebih menjorok ke laut. TEMPO/Subekti.

    Gambar udara tanggul laut di RT 20/RW 17 Muara Baru, Jakarta, Minggu 20 Januari 2019. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun tanggul baru di depan tanggul lama, lebih menjorok ke laut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menargetkan pembangunan tanggul pengendali banjir dan rob sepanjang 7,2 kilometer di Pekalongan rampung pada akhir 2019. Dengan begitu, fasilitas tersebut bisa segera dioperasikan ketika musim hujan melanda.

    Simak: Tanggul Jebol di Kali Bekasi Diperbaiki Rp 14 Miliar

    "Secara keseluruhan progres pengerjaan tanggul sudah 60 persen," ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Senin, 25 Februari 2019. Menurut dia, kondisi tanggul sudah tertutup semua sehingga ketika ada banjir besar sudah tidak limpas. Hanya saja, tanggul itu masih akan ditinggikan dari mulanya 2,4 meter menjadi 3 meter. 

    Basuki mengatakan pengendalian banjir dan rob di Kota dan Kabupaten Pekalongan bakal menerapkan sistem polder. "Biasanya polder itu berbentuk kolam, tetapi karena berada di wilayah permukiman kita buat long storage dimana pada bagian ujungnya kita taruh pompa," ujar dia. 

    Pompa yang bakal dipasang, ujar Basuki, berjumlah 10 unit dengan masing-masing unit memiliki kapasitas 2 meter kubik per detik. Sehingga, kapasitas total pompa yang akan melayani area tangkapan seluas 35 ribu hektare itu adalah 20 meter kubik per detik. Kini pompa-pompa itu masih dalam tahap pengiriman.

    Adapun proyek pembangunan pengendali banjir dan rob Pekalongan terbagi menjadi tiga paket kontraktual. Paket I berupa pekerjaan tanggul dan long storage sepanjang 2,85 kilometer dan lebar 30 meter, normalisasi dan pemasangan parapet Sungai Mrican, serta pembangunan rumah pompa Mrican dan rumah pompa Silempeng. Pekerjaan dilakukan kontraktor PT Bina Mitra Indosejahtera - PT Aset Prima Tama, KSO dengan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017-2019 senilai Rp 145,47 miliar.

    Paket II berupa pekerjaan tanggul dan long storage sepanjang 2,1 kilometer dan lebar 30 meter, normalisasi dan pemasangan parapet Sungai Bremi dan Meduri sepanjang 4,46 kilometer, serta pembangunan rumah pompa Sengkareng. Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT PP - PT SAC Nusantara, KSO dengan pendanaan APBN 2017-2019 senilai Rp 193 miliar. 

    Sementara, Paket III berupa pekerjaan tanggul dan long storage sepanjang 2,31 kilometer dan lebar 10 meter, serta pembangunan rumah pompa. Proyek itu dikerjakan oleh kontraktor PT Hutama Karya dengan pendanaan APBN 2017-2019 senilai Rp 127,5 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.