Prabowo Sebut Dana Unicorn Kabur ke Luar Negeri, Apa Kata Go-Jek?

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang menamakan diri Komunitas Blogger Milenial (KBM) membawa menunjukkan poster yang bertuliskan

    Massa yang menamakan diri Komunitas Blogger Milenial (KBM) membawa menunjukkan poster yang bertuliskan "Hari gini, capres tak tau unicorn, heloo #SaveUnicorn" saat menggelar aksi Save Unicorn, di Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Selasa, 19 Februari 2019. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan teknologi Go-Jek Indonesia tidak mau berkomentar terkait isu bahwa bisnis rintisan termasuk yang sudah menjadi unicorn membuat aliran dana Indonesia mengalir ke luar negeri. Isu tersebut bermula dari pernyataan calon presiden nomor urut 02 yaitu Prabowo Subianto dalam Debat Capres kedua, akhir pekan lalu.


    Baca juga: Pentingkah Jumlah Unicorn Bagi Perekonomian RI? Ini Kata Bappenas

    "Saya kira pemerintah sudah memberikan memberikan jawaban yang tepat terkait isu tersebut, pemerintah tentunya yang paling tahu tentang capital outflow," kata Chief Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho saat ditemui usai acara peluncuran program Go-Jek Wirausaha di Jakarta Selatan, Rabu, 20 Februari 2019.

    Sebelumnya Prabowo berpendapat pengembangan bisnis rintisan berpredikat unicorn bisa memuluskan aliran duit dari dalam negeri ke luar negeri. "Kalau ada unicorn-unicorn, ada teknologi hebat, saya khawatir ini nanti mempercepat uang-uang kita lari ke luar negeri, ini yang saya khawatirkan," ujar Prabowo dalam debat yang diadakan di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Februari 2019.

    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas, Bambang Brodjonegoro, melihat aliran duit yang keluar seiring dengan berkembangnya bisnis rintisan berpredikat unicorn jauh lebih kecil ketimbang dana yang masuk ke dalam negeri. "Jauh lebih besar inflow-nya daripada outflow-nya," ujar dia di Ayana Mid Plaza, Jakarta, Selasa, 19 Februari 2019.

    Bertumbuhnya unicorn, atau bisnis rintisan dengan valuasi nilai US$ 1 miliar, menurut Bambang, justru menjadi magnet masuknya modal asing ke dalam negeri. "Bukan capital outflow, justru foreign direct investment," kata dia. Sebabnya, apabila sebagian saham perusahaan unicorn yang sebelumnya milik lokal menjadi miliki asing, maka dalam neraca pembayaran itu akan dihitung sebagai aliran modal masuk.

    Walau, Bambang tak memungkiri di setiap masuknya arus dana asing, akan ada deviden yang mengalir keluar. Hanya saja dana yang keluar itu tidak bakal sebanding dengan aliran duit masuk. "Bahkan kita juga melihat, kalau unicorn berkembang, maka sebagian deviden akan digunakan untuk investasi lagi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.