Pertamina Turunkan Harga Avtur, Spontan Berefek ke Tiket Pesawat?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengisian bahan bakar avtur pada pesawat Garuda pengangkut jemaah haji di Bandara Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 25 Agustus 2015. Pertamina melayani suplay avtur kebutuhan pemberangkatan jemaah haji untuk maskapai Garuda Indonesia serta maskapai asing Saudi Arabia dengan kapasitas tangki sebesar 5.500 KL di Bandara Halim Perdanakusuma. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas melakukan pengisian bahan bakar avtur pada pesawat Garuda pengangkut jemaah haji di Bandara Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 25 Agustus 2015. Pertamina melayani suplay avtur kebutuhan pemberangkatan jemaah haji untuk maskapai Garuda Indonesia serta maskapai asing Saudi Arabia dengan kapasitas tangki sebesar 5.500 KL di Bandara Halim Perdanakusuma. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Pertamina (Persero) menurunkan harga jual avtur yang berlaku pada 16 Februari 2019 mulai pukul 00.00 WIB, dan diprediksi berimbas positif ke harga tiket pesawat.

    Media Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita menjelaskan, harga baru avtur ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 17/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

    “Sebagai contoh, harga avtur (published rate) untuk bandara Soekarno Hatta Cengkareng mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 8.210 per liter menjadi Rp .7.960 per liter,” ujar Arya lewat keterangan tertulis pada Jumat, 15 Februari 2019.

    Baca : Menteri Pariwisata: Tiket Pesawat Mahal Berdampak Buruk ke Pariwisata

    Arya menjelaskan, penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar rupiah dan faktor lainnya.

    "Pertamina berharap penurunan harga avtur ini juga merupakan bentuk dukungan Pertamina terhadap industri penerbangan nasional, yang diharapkan juga berdampak pada industri lainnya termasuk pariwisata," ujarnya.

    Arya juga menambahkan bahwa harga jual avtur untuk setiap maskapai ditetapkan berdasarkan kesepakatan para pihak yakni antara Pertamina sebagai penyedia dan maskapai penerbangan sebagai konsumen.

    Tiga hari yang lalu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan jajarannya menghitung ulang harga avtur agar dapat lebih efisien.

    "Tadi baru kami rapatkan. Saya sudah perintahkan untuk dihitung. Mana yang belum efisien mana yang bisa diefisienkan, nanti segera diambil keputusan. Segera akan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu, 13 Februari 2019.

    Penghitungan ulang bahan bakar pesawat terbang itu di antaranya dilakukan setelah Presiden Jokowi mendapat laporan dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Haryadi Sukamdani pada Senin malam lalu. Hariyadi saat itu mengatakan kinerja sektor pariwisata Indonesia terganggu karena melambungnya harga tiket pesawat.

    Simak juga :
    Tiket Pesawat Mahal, Menhub: Kalau Tidak Turun, Nggak Laku

    Kenaikan harga tiket pesawat itu tak lepas dari praktik monopoli penjualan avtur yang diduga dilakukan oleh PT Pertamina (Persero). Haryadi berharap peran pemerintah untuk mengatasi monopoli Pertamina dalam menjual avtur. Saat itu, Presiden belum bisa menjanjikan kapan harga avtur itu akan diumumkan. "Ya setelah ada kalkulasinya, kan," ucap Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.