Jalan Tol Probolinggo - Banyuwangi Ditargetkan Rampung Akhir 2020

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek pembangunan jalan tol Serpong-Cinere di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 3 September 2018. Jalan tol Serpong-Cinere sepanjang 10,14 Kilometer ini nantinya tersambung dengan jalan tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta, yang juga sedang proses pengerjaan, yang diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan di jalan tol dalam kota dan JOR. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    Sejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan proyek pembangunan jalan tol Serpong-Cinere di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 3 September 2018. Jalan tol Serpong-Cinere sepanjang 10,14 Kilometer ini nantinya tersambung dengan jalan tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta, yang juga sedang proses pengerjaan, yang diharapkan mampu memecahkan penumpukan serta kemacetan di jalan tol dalam kota dan JOR. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah beroperasinya jalan tol Pasuruan - Probolinggo, pemerintah fokus menggeber proyek pembangunan jalan tol Probolinggo hingga Banyuwangi. Menteri  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menargetkan proyek itu bisa rampung di akhir tahun depan.

    BACA: Jokowi: Pembangunan Jalan Tol di Cianjur Segera Dimulai

    “Kalau pembebasan lahannya bisa selesai maka mudah – mudahan 2020 akhir bisa selesai sampai Banyuwangi,” ujar Basuki dalam keterangan tertulis di situs Sekretariat Kabinet, Senin, 11 Februari 2019.

    Pembangunan jalan tol itu akan melengkapi daftar proyek-proyek yang telah dikerjakan Pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak 2015 silam. Pada periode 2015 hingga 2018 pemerintah telah membangun jalur bebas hambatan itu sepanjang 782 kilometer, antara lain Merak hingga Grati, Pasuruan. Tahun ini, pemerintah menargetkan untuk menyelesaikan 895 kilometer jalan tol, termasuk beberapa ruas tol Sumatera.

    Sebelumnya, Jalan Tol Pasuruan - Probolonggo dinyatakan siap beroperasi setelah rampungnya uji kelaikan fungsi. Jalan tol sepanjang 31,3 kilometer itu telah dibuka secara fungsional pada masa mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

    Basuki mengatakan ruas tol tidak harus diresmikan sebelum dioperasikan, termasuk untuk ruas tol Paspro. “Tidak harus menunggu diresmikan. Pengoperasian tol bisa dilakukan sehingga bisa segera digunakan masyarakat,” kata dia.

    Apalagi, kata Basuki, tol tersebut sudah pernah dibuka dulu, sehingga bisa segera beroperasi. Kondisi ini, menurut dia, sama seperti sebuah ruas tol di Medan di mana ketika seksi I sudah diresmikan, maka seksi II tinggal langsung dipakai, tanpa perlu seremonial lagi.

    Basuki yakin dengan beroperasinya jalan tol tersebut, waktu tempuh dari Pasuruan ke Probolinggo maupun sebaliknya bakal terpangkas secara signifika, dari sebelumnya 2,5 jam menjadi 30 menit saja. Ia berharap dengan konektivitas yang lebih baik itu, potensi pertumbuhan perekonomian di daerah yang dilewatinya bakal bangkit.

    Direktur Utama PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol, Dwi Pratikno, menambahkan pembangunan tol tersebut relatif lancar. “Tol Paspro ini dimulai dari seksi I Grati Pasuruan – Tongas, Seksi II Tongas – Probolinggo Barat dan Seksi III Probolinggo Barat – Probolinggo Timur, dengan panjang keseluruhan adalah 31,3 Km,” ujarnya.

    Adapun total investasi jalan Tol Pasuruan - Probolinggo itu adalah senilai Rp4,6 triliun untuk tiga seksi dengan hak konsesi selama 50 tahun. Tol dilengkapi empat buah rest area tipe B yakni masing-masing dua di jalur kiri dan kanan. “Lahan yang disiapkan hampir empat hektar untuk masing – masing rest area. Rest area tipe B ini tidak ada SPBU-nya," kata dia. "Jarak antar rest area adalah 7,5 kilometer."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.