Harga Tiket Pesawat Tinggi, Bayu Buana Tuai Untung

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memadati pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 29 April 2016. Tempo/Tony Hartawan

    Pengunjung memadati pameran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2016 di Jakarta Convention Center, Jakarta, 29 April 2016. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Emiten pariwisata PT Bayu Buana Tbk. menuai keuntungan dari tingginya harga tiket pesawat rute domestik. Direktur Utama PT Bayu Buana Tbk. Agustinus Pake Seko mengungkapkan, keputusan maskapai penerbangan untuk tidak membuka ketersediaan tiket pesawat kelas promo justru menguntungkan reseller.

    BACA:Tiket Pesawat Mahal, Warga Pekanbaru Libur Imlek di Singapura

    “Kami sebagai reseller justru diuntungkan karena dengan jumlah tiket yang sama menghasilkan revenue yang lebih besar,” katanya kepada Bisnis, Senin, 4 Februari 2019.

    Tidak tanggung-tangung, Agustinus menambahkan, tingginya harga tiket pesawat rute domestik dapat berkontribusi hingga 25%—30% terhadap pendapatan perseroan.

    Menurutnya, minat. berwisata sekarang ini telah menjadi kebutuhan. Selain itu, harga tiket pesawat yang mengalami kenaikan juga selaras dengan peningkatan aspek keamanan penerbangan, sehingga mobilitas permintaan dapat tetap terjaga. 

    BACA:Platform Anyar, Garuda Bidik Pendapatan Naik 3 Kali Lipat

    Sebelumnya, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia  Maulana Yusan mengungkapkan bahwa rencana pengenaan tarif bagasi, yang akan membuat harga tiket maskapai lebih mahal lagi, dapat menurunkan minat wisatawan nusantara dalam melakukan perjalanan.

    Hal itu ditampik oleh Agustinus karena mobilitas permintaan terbukti masih ada. Adapun permintaan untuk tiket pesawat keluar negeri disebutnya dari dulu memang porsinya lebih besar ketimbang permintaan untuk tiket pesawat domestik. Pasalnya, jumlah dan tujuan penerbangan di luar negeri lebih banyak ketimbang domestik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Bulan Menjerat Sofyan

    Dugaan keterlibatan Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Sofyan Basir, dalam kasus rasuah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut.