Kemenperin Beberkan 5 Strategi untuk Bersaing di Industri 4.0

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama  Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat acara Peresmian Pembukaan Indonesia Industrial Summit Tahun 2018 dan Peluncuran

    Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat acara Peresmian Pembukaan Indonesia Industrial Summit Tahun 2018 dan Peluncuran "Making Indonesia 4.0" di Cendrawasih Hall, JCC, Senayan, Jakarta, 4 April 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian tengah menerapkan lima strategi untuk meningkatkan daya saing di era industri 4.0. Staf Ahli Menteri Bidang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kementerian Perindustrian Imam Haryono mengatakan strategi pertama yaitu dengan program Making Indonesia 4.0.

    BACA: Rudiantara Siapkan Rp 109,4 M untuk SDM Hadapi Industri 4.0

    "Making Indonesia 4.0 akan dapat merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia dan dapat mempercepat pencapaian aspirasi menjadi negara 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030," ujar dia di Kementerian Perindustrian, Kamis, 31 Januari 2018.

    Kedua, yaitu dengan menguatkan pendidikan vokasi menuju Dual System, Pembangungan Poltek/Akom di Kawasan Industri, Link & Match, 3 in 1, Sertifikat Kompetensi Tenaga Kerja Industri dan Pengembangan sumber daya manusia.

    Ketiga, yaitu dengan mengembangkan kawasan dan sentra industri. Ia mengatakan selama tahun 2015-2018 pemerintah telah berhasil mengembangkan 13 Kawasan Industri baru di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, serta 22 Sentra Industri Kecil & Menengah (SIKIM) di 22 Kota/Kabupaten di luar Pulau Jawa. 

    BACA: Revolusi Industri 4.0 Indonesia Dibahas di Manchester Inggris

    Keempat melalui pengembangan wirausaha baru. Imam mengatakan pada 2019 nanti, pihaknya menargetkan pelaku wirausaha baru bisa mencapai 5.000 orang. "E-Smart IKM sebanyak 5000 IKM, dan Satripreneur sebanyak 20 Pondok Pesantren," tutur dia.

    Terakhir, mengembangkan program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), Fasilitas Fiskal Tax Holiday, dan Pengembangan Angkutan Pedesaan atau AMMDES. Pengembangan AMMDES sendiri berfungsi sebagai cara untuk pemberdayaan IKM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?