Revolusi Industri 4.0 Indonesia Dibahas di Manchester Inggris

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Era Internet of Things adalah ketika semua perangkat digital saling terhubung. (TELEGRAPH.OC.UK)

    Era Internet of Things adalah ketika semua perangkat digital saling terhubung. (TELEGRAPH.OC.UK)

    TEMPO.CO, Jakarta -Bagi sektor industri nasional, Revolusi Industri 4.0 memberi peluang percepatan penguasaan teknologi sebagai kunci penentu daya saing nasional serta penopang percepatan penguasaan teknologi yang akan menopang pembangunan sistem di era Industri 4.0. Diskusi mengenai hal itu dibahas di Manchester, Inggris.

    BACA: Jusuf Kalla Minta Alumni PT Berkontribusi pada Perbaikan SDM

    Era Industri 4.0 terkait dengan internet of things, artificial intelligence, human-machine interface, teknologi robotic dan sensor, serta teknologi 3D.

    Pembahasan tentang Revolusi Industri 4.0 dan gagasan untuk diterapkan di Indonesia dikemukakan pada "Open Indodiskusio" yang diprakarsai mahasiswa PhD bidang teknologi pendidikan Universitas Manchester Neny Isharyanti, yang menghadirkan Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, Budiman Sudjatmiko, di Manchester, Inggris, Rabu.

    Neny Isharyanti kepada Antara London, Kamis, menyebutkan dalam diskusi yang berlangsung hangat dalam suasana musim dingin di Inggris, Budiman Sudjatmiko membahas Revolusi Industri 4.0 dan gagasan untuk Indonesia.

    Selain itu juga tampil sebagai pembicara CTO Inovator 4.0 Indonesia, Political Ecologist, Drone & Data Academy, Irendra Radjawali membahas Revolusi Industri 4.0 dan data di Indonesia.

    BACA: Teknologi Blockchain Bantu Berdayakan Petani Indonesia

    Revolusi industri 4.0 ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi dan batas antara manusia, mesin dan sumber daya lainnya. Integrasi tersebut dimoderasi oleh teknologi informasi dan komunikasi. Sinergi menjadi kata kunci dalam era revolusi industri keempat ini.

    Potensi memberdayakan individu dan masyarakat terbuka lebar pada era ini melalui penciptaan peluang baru bagi ekonomi, sosial, maupun munculnya pengembangan manusia sebagai pribadi.

    Akan tetapi di sisi lain, Revolusi Industri 4.0 berpotensi menyebabkan marginalisasi kelompok masyarakat yang tidak memiliki kesiapan bersaing secara individu. Kondisi ini dapat memperburuk kepentingan sosial dengan munculnya kesenjangan sosial, menciptakan risiko keamanan dan merusak hubungan antarmanusia.

    Menurut Neny Isharyanti, Revolusi Industri 4.0 menjadi berbeda dengan revolusi industri gelombang ketiga (1960 hingga saat ini) yang berkontribusi pada otomatisasi proses produksi dan kegiatan industri, revolusi industri gelombang kedua (1870-1990) yang berperan dalam produksi masal, dan revolusi industri pertama (1750-1830) lewat mekanisme penggunaan mesin dan sarana teknologi, inovasi.

    Di era Revolusi Industri 4.0 dikembangkan dan menyebar lebih cepat lewat berbagai terobosan baru, "output" pekerjaan menjadi semakin meningkat akibat konsentrasi berbagai bidang ilmu dan berdampak pada sistem produksi, manajemen, dan tata kelola organisasi. "Dampak Revolusi Industri 4.0 adalah di hampir semua negara dan bersifat global," ujarnya.

    Koordinator acara diskusi terbuka "Revolusi Industri 4.0 dan Gagasan Bagi Indonesia", Petit Wiringgalih, menyebutkan selain Budiman Sudjatmiko dan Irendra Radjawali sebagai pembicara dalam forum diskusi juga menghadirkan panelis lainnya yaitu Media Wahyu Askar, kandidat PhD dari Universitas Manchester yang mantan Ketua PPI UK, yang membahas revolusi industri 4.0 dan wajah sumber daya Indonesia.

    Panelis lainnya Herlina Yoka Roida, PhD Researcher School of Business and Enterprises University of Central Lancashire, Pengajar FB UKWM Surabaya itu, membahas tentang Revolusi Industri 4.0 dan Industri di Indonesia, serta Hilton Tnunay, kandidat UniversitasManchester, Pengagas Beehive Drone dan Finalis Microsoft Imagine Cup Asia Pasific yang membahas Revolusi Industri 4.0 dan membangun pertanian Indonesia.

    Open Indodiskusio, forum diskusi diikuti mahasiswa Indonesia di berbagai universitas di Inggris. Forum itu dibentuk tahun 2017 menjadi wadah pertemuan dan pertukaran diskursus yang cair dan bebas kepentingan.

    Baca berita tentang Revolusi Industri 4.0 lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.