CPNS Raja Ampat Prioritaskan Warga Asli Papua

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta mengerjakan soal saat mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dok.TEMPO/Hariandi Hafid

    Seorang peserta mengerjakan soal saat mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dok.TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Waisai -Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat pada awal Februari 2019 membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil atau CPNS yang memprioritaskan orang asli Papua.

    BACA: Bicara CPNS 2019, Menpan RB: Kita Masih Kekurangan 91.000 Guru

    Sekda Raja Ampat Yusup Salim di Waisai, Kamis mengatakan, pendaftaran calon pegawai negeri sipil di daerah tersebut dijadwalkan 11-28 Februari 2019.

    Dia menyampaikan, jumlah kuota CPNS Kabupaten Raja Ampat tahun ini sebanyak 320 orang. Dari jumlah kuota tersebut 80 persen adalah jatah orang asli Papua yang berdomisili di Kabupaten Raja Ampat.

    "Sedangkan kuota 20 persen tersisa direbut oleh orang non Papua yang berdomisili di Raja Ampat serta memiliki kartu tanda penduduk setempat," ujarnya.

    BACA: Rekrutmen 100 Ribu CPNS Fokus di Tenaga Pendidikan dan Kesehatan

    Menurut Sekda, penerimaan CPNS Kabupaten Raja Ampat tahun ini, formasi umum hanya 20 persen saja selebihnya adalah tenaga guru dan tenaga kesehatan sebab kedua tenaga bidang tersebut masih terbatas.

    Tenaga honorer, kata dia, diberikan kesempatan untuk mengikuti proses seleksi CPNS tersebut, namun yang menjadi prioritas adalah tenaga honorer guru dan kesehatan.

    "Semua orang warga negara Indonesia bisa mendaftar CPNS tetapi yang diproses berkasnya adalah yang memiliki kartu tanda penduduk Kabupaten Raja Ampat," tambah dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.