Tahun Politik, Rumah123: Harga Properti Masih Terjangkau

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Country General Manager Rumah123 Ignatius Untung mengungkapkan laporan penjualan property semester 1 2017 Rumah123 di Alegro K-ftv Jakarta, 24 Agustus 2017. Tempo/Imam Hamdi

    Country General Manager Rumah123 Ignatius Untung mengungkapkan laporan penjualan property semester 1 2017 Rumah123 di Alegro K-ftv Jakarta, 24 Agustus 2017. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung mengatakan meski di tahun politik, tahun 2019 merupakan tahun yang disarankan untuk membeli properti. Dia mengatakan hal ini salah satunya karena melihat tren selama 2018 di industri properti semakin membaik.

    BACA: JK Sebut Anomali di RI, Orang Kaya Tinggal di Tengah Kota

    "Pasar properti yang masih melambat sejak 2015 membuat harga properti terlihat lebih terjangkau dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Hal ini memperkuat alasan mengapa ini adalah waktunya membeli properti," kata Ignatius di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis 24 Januari 2019.

    Data yang dihimpun oleh Rumah123 menunjukkan bahwa tren pembelian properti terutama properti second cenderung meningkat secara konstan pada 2018. Rumah123 juga mencatat harga rumah yang diminati berkisar pada harga antara Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar.

    Adapun tiga area pencarian rumah yang meningkat di Jabodetabek adalah kota Depok, Tangerang, dan Bogor. Selain itu, Rumah123 juga mencatat pencarian properti di Surabaya meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

    BACA: Tawarkan Perdana Saham, NATO Langsung Melonjak 69 Persen

    Selain itu, kata Ignatius, hal yang mendukung mengapa tahun politik adalah yang tepat salah satunya didukung oleh data milik Badan Kebijakan Fiskal atau BKF. Data BKF menunjukkan sektor konstruksi dan sektor real estate diperkirakan tetap tumbuh stabil.

    Kondisi ini sejalan dengan progress investasi di sektor bangunan serta keberlanjutan penyediaan infrastruktur serta program perumahan rakyat. Bahkan, BKF mencatat penerimaan sektoral properti meningkat 6,9 persen dari tahun 2017 ke tahun 2018.

    "Kebijakan loan to value dari Bank Indonesia yang membuat bunga kredit kepemilikan rumah masih dalam presentase yang terbilang bersahabat juga memudahkan para konsumen properti melakukan pembelian," kata Ignatius.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.