Rel Layang Kereta Api Sumatera Utara Bakal Beroperasi April 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), Menteri PU-PERA Basuki Hadimuljono (kedua kiri) dan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (kanan) melihat maket jalur ganda rel layang kereta api, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/1/2018). Pembangunan jalur ganda rel layang kereta api sepanjang 10,8 kilometer itu ditargetkan rampung November 2018. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), Menteri PU-PERA Basuki Hadimuljono (kedua kiri) dan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (kanan) melihat maket jalur ganda rel layang kereta api, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/1/2018). Pembangunan jalur ganda rel layang kereta api sepanjang 10,8 kilometer itu ditargetkan rampung November 2018. ANTARA FOTO/Septianda Perdana

    TEMPO.CO, Medan - Rel kereta api layang rute Medan-Bandar Khalipah, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, sepanjang 10,8 kilometer direncanakan beroperasi April 2019.

    "Memang ada keterlambatan sedikit dari rencana awal.Namun itu demi keamanan proyek tersebut khususnya saat nanti rampung," ujar Kepala Seksi Prasarana Balai Teknik (Baltek) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, M Yusuf di Medan, Rabu, 23 Januari 2019.

    Apalagi, kata dia, pengerjaan rel layang itu dilakukan di atas sehingga harus ekstra hati - hati agar tidak menimbulkan masalah bagi manusia, angkutan jalan, termasuk kereta api yang tetap berjalan normal.

    Dia mengatakan itu usai pertemuan dengan anggota DPD RI asal Sumut, Parlindungan Purba.

    Menurut M Yusuf, yang didampingi Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Divre I Sumut, M Ilud Siregar, proyek rel layang itu tinggal penuntasan pemasangan rel.

    Pengerjaan pendukung lainnya seperti stasiun sudah bisa dikatakan rampung. Dari 10,8 kilometer panjang rel, kata dia, yang belum rampung tinggal sekitar 4 kilometer.

    Dia menyebutkan rel layang itu nantinya akan mengurangi 48 frekuensi lalu lintas kereta api per harinya. "Jadi dengan adanya rel layang, maka bisa sangat membantu menekan kemacetan lalu lintas," katanya.

    Yusuf menegaskan dari dua jalur layang yang hampir rampung itu, nantinya akan ada pembangunan hingga enam jalur. Proyek itu sekaligus menyelesaikan pembangunan rel layang ke arah Binjai.

    Yusuf menegaskan setelah enam jalur selesai, maka jalur bawah kereta api otomatis digunakan secara terbatas. Pengerjaan proyek rel kereta api layang yang pertama di Sumatera itu sudah dimulai sejak 2015. Lokasi atau ruang di bawah rel layang itu tidak dikomersialkan. Kawasan itu untuk taman kota atau ruang terbuka hijau.

    "Dijadikan ruang terbuka hijau untuk keselamatan semua pihak termasuk kereta api dan sekaligus keindahan kota," ujar Yusuf.

    Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Divre 1 Sumut, M Ilud mengatakan, pihaknya bersama Baltek sudah dan terus melakukan berbagai upaya untuk kepentingan penyelesaian proyek jalur layang kereta api itu.

    Menurut Ilud, beroperasinya rel layang akan semakin mendukung kelancaran jasa transportasi kereta api dan sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat.

    "KAI dan Baltek berharap semua pemangku kepentingan khususnya masyarakat mendukung pelaksanaan proyek rel layang demi terciptanya peningkatan kualitas transportasi kereta api," ujar Ilud.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.