Bukan CPNS, Pemerintah Buka Lowongan Kerja Tenaga Honorer

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta melakukan registrasi ulang saat seleksi kompetensi dasar (SKD) berbasis <i>computer assisted test</i> (CAT) untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) di kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jumat, 26 Oktober 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Peserta melakukan registrasi ulang saat seleksi kompetensi dasar (SKD) berbasis computer assisted test (CAT) untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) di kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jumat, 26 Oktober 2018. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta-Bukan CPNS, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin mengatakan pemerintah merekrut 150 ribu orang tenaga Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) atau lebih dikenal dengan istilah tenaga honorer.

    BACA: BKN Tegaskan Tak Ada Penerimaan CPNS di Bulan Maret Ini

    "Pemerintah merekrut 150 ribu orang P3K dan 100 ribu CPNS yang dilakukan bertahap, mempertimbangkan waktu konstalasi politik," kata Menteri PAN-RB dalam Sosialisasi PP No.49 tahun 2018 tentang Manajemen PPPK dan Rencana Pengadaan PPPK Tahap I 2019 di Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 23 Januari 2019.

    Rekrutmen P3K dilakukan dalam dua tahap, setiap tahap terdiri dari 75 ribu orang pegawai. Menteri menjelaskan, tahap pertama akan dimulai Februari 2019, khusus untuk guru honorer, penyuluh pertanian dan tenaga kesehatan seperti dokter, bidan dan perawat. "Fokus untuk guru honorer, karena tidak dibatasi waktu, mau umur berapa saja," kata Menteri.

    BACA: Jokowi Sebut Putrinya Tak Lolos CPNS, Apa Sebabnya?

    Sedangkan tahap kedua akan dimulai Mei 2019, yang dibuka untuk umum. Bila tahap pertama, pemerintah fokus untuk guru, maka pada tahap kedua, formasi yang dibuka untuk jabatan teknis dan spesialis profesional. Ia menegaskan setiap pemerintah daerah dan instansi wajib melakukan menghitung setiap jabatan yang dibutuhkan berdasarkan analisis dan beban kerja.

    Dalam melakukan rekrutmen, ia mengatakan harus mengikuti enam pedoman, di antaranya kompetitif, adil dan tidak dipungut biaya.

    Terpisah, Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan memastikan tidak ada penerimaan Calon Pegawai Negeri Siil (CPNS) pada bulan Maret 2019. “Saya tegaskan lagi tidak ada penerimaan CPNS di bulan Maret,” ujar dia saat dihubungi Tempo, Rabu, 23 Januari 2018.

    Ia menjelaskan pada pada tahun 2019 ini memang ada tiga kali acara yang berkaitan dengan penerimaan pegawai. Yang pertama yaitu penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK tahap Iyang dikhususkan untuk eks tenaga honorer kategori 2 dibidang guru,tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian.

    “Itu rencananya Februari tapi tergantung kecepatan teman-teman instansi menyampaikan analisis beban kerja dan kebutuhan pegawainya,” kata dia.

    Setelah PPPK tahap I, pemerintah akan kembali membuka seleksi PPPK tahap II untuk jalur umum. “Setelah pilpres ya mungkin sekitar Mei atau Juni,” ujar dia.

    Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Batam, Syahir mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menghitung jumlah kebutuhan P3K. Ia mencatat saat ini terdapat sekitar 5.000 tenaga honorer di Pemkot Batam. Namun, tidak seluruhnya akan menjadi P3K.

    Di antara 5.000 tenaga honorer, banyak di antaranya adalah guru dan tenaga kesehatan, sesuai dengan pembukaan rekrutmen tahap 1. "Di Batam ada juga tenaga penyuluh pertanian. Dan meski kita bukan daerah pertanian, tetap butuh," kata dia.

    Baca berita tentang CPNS lainnya di Tempo.co.

    KARTIKA ANGGRAENI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.