SDM Jadi Fokus 2019, Darmin Sebut Peta Jalan Vokasi Sudah Rampung

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Darmin Nasution memberikan keterangan kepada wartawan usai melantik tiga pejabat baru BP Batam di kantornya, Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2019. Tempo/Dias Prasongko

    Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Darmin Nasution memberikan keterangan kepada wartawan usai melantik tiga pejabat baru BP Batam di kantornya, Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2019. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan rancangan peta jalan pendidikan dan pelatihan vokasi telah rampung disusun. Hal ini menyusul fokus pemerintah untuk membangun kualitas sumber daya manusia pada 2019.

    Simak: Darmin Nasution Lantik Tiga Pimpinan Badan Pengusahaan Batam

    "Rancangannya sudah tuntas, roadmapnya segera dijelaskan kepada publik," ujar Darmin di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019. Ia mengatakan pembangunan sumber daya manusia akan melengkapi sisi suplai dari perekonomian Indonesia. 

    Bekas Gubernur Bank Indonesia itu berpendapat kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu persyaratan yang perlu dipenuhi apabila Indonesia mau bersaing di level global. Di samping, pemerintah juga tetap membangun infrastruktur dan sistem logistik. "Itu basis yang cukup untuk membangun daya saing."

    Pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi pilihan lantaran saat ini pemerintah merasa tidak punya waktu untuk membenahi sistem pendidikan secara keseluruhan. Apalagi, kata Darmin, saat ini Indonesia dihadapkan dengan fakta bahwa 58 persen orang Indonesia yang bekerja paling tinggi adalah lulusan Sekolah Menengah Pertama. "Makanya harus ambil jalan pintas," kata Darmin.

    Jalan pintas yang Darmin maksud dimulai dengan membenahi Sekolah Menengah Kejuruan. Reformasi SMK, kata dia, mesti dilakukan mulai dari kurikulum, pengajar, peralatan, hingga keterlibatan industri dalam bentuk program magang. Setelah SMK, pemerintah juga bakal membenahi politeknik dan menyiapkan berbagai balai latihan kerja.

    "Jadi itu untuk mendorong daya saing jangka menengah, dikombinasikan dengan pembangunan infrastruktur, online single submission, hingga fasilitas perpajakan," kata Darmin. "Untuk jangka pendek nanti akan ada langkah yang harus disiapkan dalam mendorong daya saing dan ekspor."

    Adapun Kementerian Perindustrian menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,78 triliun untuk pelaksanaan program pendidikan vokasi industri pada tahun 2019. “Progam itu menjadi salah satu andalan pemerintah untuk menyiapkan angkatan kerja kita yang dapat menerapkan industri 4.0. Hal ini sejalan dengan implementasi roadmap Making Indonesia 4.0,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, kemarin

    Airlangga menyebutkan program pendidikan vokasi industri yang bakal dijalankan antara lain berbasis pada kompetensi melalui sistem ganda atau dual system (teori dan praktik). Kegiatan ini diselenggarakan di seluruh unit pendidikan milik Kemenperin, yakni sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), sepuluh Politeknik, dan dua Akademi Komunitas dengan target peserta didik sebanyak 19.478 orang. “Di tahun ini, kami juga menyelenggarakan program pendidikan Diploma I yang lulusannya nanti bisa bekerja langsung di industri dengan target 600 mahasiswa."

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.