Sandiaga Sebut Sistem BPJS Kesehatan Menyusahkan Masyarakat

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, menjawab pertanyaan warganet tentang ekonomi melalui live Instagram, di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Jakarta Selatan, Sabtu, 27 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno mengkritik sistem yang dijalankan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan yang dinilai malah menyulitkan masyarakat.

Baca: Sandiaga: Semoga di 2019, Harga Semakin Murah Pembeli Sumringah

"Insya Allah kami akan perjuangkan masalah pelayanan kesehatan ini. Saya dan Pak @prabowo akan memperbaiki tata kelola BPJS, karena sistem BPJS kesehatan ini seharusnya dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh akses kesehatan, bukan malah menyusahkan," ujarnya seperti dikutip dari akun Twitter resminya, @sandiuno, Ahad, 30 Desember 2018. 

Pernyataan ini disampaikan setelah sebelumnya Sandiaga mengunggah video yang berisi keluhan dari Ibu Liswati di Sragen, Jawa Tengah. Di video berdurasi 58 detik itu, Liswati mengaku sebagai pasien kanker payudara yang tidak ditanggung biaya pengobatannya oleh pemerintah. 

"Saya adalah pasien kanker payudara yang tidak di-cover oleh pemerintah obatnya. Nah saya mohon untuk Bank Sandi untuk bisa membantu teman-teman kita yaitu seperti saya, obat Herceptin itu tidak dijamin oleh BPJS," kata Liswati. Hingga kini cuitan tersebut menuai 55 komentar dan di-retweet sebanyak 492 kali. Cuitan itu juga disukai oleh 1.557 netizen. 

Sandiaga mengaku bisa memahami keluhan Liswati tersebut. "Hal ini sangat memberatkannya sebagai warga kecil. Beliau ingin mendapatkan keadilan untuk pelayanan kesehatan."

Dalam cuitannya itu, Sandiaga juga berjanji bahwa jika dirinya dan Prabowo Subianto terpilih dalam pemilihan presiden 2019, maka pelayanan kesehatan dipastikan bisa melayani seluruh lapisan masyarakat. "Ke depan, kami pastikan tidak ada rumah sakit dan puskesmas yang dihutangi lagi, dan kami pastikan pelayanan kesehatan tidak hanya diberikan ke kelas menengah ke atas, tapi juga untuk seluruh kalangan masyarakat yang membutuhkan seperti Bu Liswati," ucapnya.

Cuitan Sandiaga itu berkembang viral. Hingga kini cuitan tersebut telah dikomentari oleh 328 orang dan di-retweet hingga 1.033 kali. Sementara sebanyak 3.354 orang menyukai cuitan tersebut.

Salah satu netizen yang mengomentari cuitan itu adalah Syahrizal. "Caranya gimana bang, supaya tidak hutang seperti kasus bpjsk saat ini.? Sementara pemerintah saat ini meninggalkan hutang bejibun PR yang luar biasa sulit..!!!" seperti dikutip dari akun @SyahrizalReza20.

Ada juga Ade Zulkarnain yang mempertanyakan cara agar BPJS Kesehatan tak lagi terlilit utang. "BPJS adalah institusi, yang bukan Profit Centre, tapi institusi yang harus mampu menciptakan keadaan agar yang sehat membantu yang sakit. Yang kuat membantu yang lemah. Kenapa yang terjadi si lemah dan butuh pengobatan selalu tersulitkan?" seperti dikutip dari akun @AdeZulkarnain25. 

Baca: Sandiaga Akui Jual Saham karena Tak Ada Perusahaan Menyumbang

Atas kritik Sandiaga tersebut, Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief 
Syaifuddin mengatakan lembaganya masih menanggung sebagian dari obat untuk penderita kanker payudara. "Selama obatnya mengikuti ketentuan dalam formularium obat nasional (fornas)," kata Arief saat dihubungi, Rabu, 2 Januari 2019. Formularium ini ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan yang disusun bersama tim pakar.






Raih Predikat UHC, Pemkot Palopo Berkomitmen Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

4 jam lalu

Raih Predikat UHC, Pemkot Palopo Berkomitmen Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan

Walikota Palopo, H. M. Judas Amir menerima penghargaan predikat Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan.


Ikuti Prosedur JKN, Faizal Operasi Angkat Kandung Empedu Tanpa Biaya

8 jam lalu

Ikuti Prosedur JKN, Faizal Operasi Angkat Kandung Empedu Tanpa Biaya

Mulai dari mendapatkan rujukan dari klinik ke RS Bhayangkara di Mamuju, sampai akhirnya mendapatkan rujukan ke RS Siloam di Makassar semua gratis.


Ekonomi Mulai Bangkit, Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Tahun Ini Turun jadi Rp 598 T

13 jam lalu

Ekonomi Mulai Bangkit, Sri Mulyani Sebut Defisit APBN Tahun Ini Turun jadi Rp 598 T

Sri Mulyani menyatakan Indonesia dapat menangani pandemi sekaligus mengelola dampak sangat baik dibandingkan banyak negara-negara lain di dunia.


Menkes Blak-blakan Soal BPJS Kesehatan, Benarkah Hanya untuk Orang Miskin?

18 jam lalu

Menkes Blak-blakan Soal BPJS Kesehatan, Benarkah Hanya untuk Orang Miskin?

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin blak-blakan membeberkan pandangannya soal layanan BPJS Kesehatan yang belakangan memicu kontroversi.


Lewat Program SSI, RSUD Bumiayu Bayari Iuran JKN Ratusan Orang

1 hari lalu

Lewat Program SSI, RSUD Bumiayu Bayari Iuran JKN Ratusan Orang

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumiayu membantu 226 orang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Program Skema Sharing Iuran (SSI).


Dirut BPJS Kesehatan Terpilih Jadi Pemimpin Terpopuler di Media Sosial

1 hari lalu

Dirut BPJS Kesehatan Terpilih Jadi Pemimpin Terpopuler di Media Sosial

Hasil ini didapatkan berdasarkan data pemantauan media sosial oleh PR Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Indicator.


Program Rehab Mudahkan Peserta JKN Bayar Tunggakan

1 hari lalu

Program Rehab Mudahkan Peserta JKN Bayar Tunggakan

Program Rehab memberikan keringanan dan kemudahan bagi peserta yang menunggak membayar iuran BPJS Kesehatan.


BPJS Kesehatan Pastikan Jaminan Kesehatan bagi Hakim dan ASN di Institusi Peradilan

1 hari lalu

BPJS Kesehatan Pastikan Jaminan Kesehatan bagi Hakim dan ASN di Institusi Peradilan

Kepastian tersebut tertuang dalam nota kesepahaman per 8 November 2022.


BPJS Kesehatan Terapkan Simplifikasi untuk Sembilan Kondisi Ini

1 hari lalu

BPJS Kesehatan Terapkan Simplifikasi untuk Sembilan Kondisi Ini

Pasien untuk sembilan jenis perawatan semakin mudah mengurus rujukan dan memperpanjanga masa rujukan.


Bidan Maidiana, Belasan Tahun Mengabdi di Pedalaman

1 hari lalu

Bidan Maidiana, Belasan Tahun Mengabdi di Pedalaman

Untuk mencapai Desa Seumirah tempatnya mengabdi harus melintasi hutan, jalan berbatu, dan sungai.