Menteri Perindustrian Jelaskan Konsep Making Indonesia 4.0

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (ketiga kanan) mendapat penjelasan dari "builder" Gearhead Monkey Garage Iman A. Kusumo (kedua kanan) mengenai modifikasi mobil Ford Hot Rod 1932 pada Indonesia Modification Expo (IMX) 2018 di Balai Kartini, Jakarta, Ahad, 18 November 2018. Pameran ini juga menampilkan produk "aftermarket" dari dalam dan luar negeri. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan hal itu sebagai strategi dan arah yang jelas dalam pengembangan industri nasional ke depan, terutama kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0.
 
 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Making Indonesia 4.0 merupakan kunci agar industri nasional bisa lebih berdaya saing global di era digital. 
 
“Jadi, visi pembangunan industri memang harus bersifat jangka panjang. Di dalam Making Indonesia 4.0, aspirasi besarnya adalah mewujudkan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 Januari 2018.
 
Menurut dia, langkah strategis ini menjadi agenda nasional untuk diimplementasikan secara kolaborasi dan sinergi di antara pemangku kepentingan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif.
 
Airlangga mengatakan peta jalan tersebut mampu merevitalisasi industri manufaktur nasional agar lebih berdaya saing global di era digital. Adapun lima sektor yang telah dipilih dan mendapat prioritas pengembangan untuk menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri 4.0, yakni industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian, industri otomotif, industri kimia, dan industri elektronika.
 
Kelima sektor tersebut, kata dia, dipilih berdasarkan hasil studi, karena dari lima sektor itu mampu memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 60 persen dan 60 persen tenaga kerja di industri dari lima sektor tersebut. "Bahkan, kalau kita berbicara global product, 60 persen yang beredar di dunia adalah produk dari lima sektor itu,” ujar Airlangga.
 
Namun demikian, menurut Airlangga, sektor industri lainnya bukan berarti tidak berperan penting. Penerapan industri 4.0 tidak akan meninggalkan sektor yang saat ini masih menggunakan teknologi di era industri 1.0-3.0. “Misalnya industri tenun yang memakai ATBM atau industri batik dengan canting. Terhadap sektor tersebut, pemerintah berkomitmen untuk memproteksi, seperti investor asing tidak boleh masuk di situ atau masuk daftar negatif investasi,” kata dia.
 
Lebih lanjut Airlangga mengatakan implementasi industri 4.0 diyakini meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih mudah dan maksimal. “Namun, seiring dengan kami mendorong ke arah teknologi industri 4.0, kita harus juga membangun device, network, dan application (DNA) di dalam negeri,” ujarnya.
 
Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi pembangunan Digital Capability Center (DCC). “Jadi, mereka yang belum menerapkan atau bagi sektor industri kecil dan menengah (IKM), mereka bisa memanfaatkan DCC. Kami menargetkan satu atau dua pusat inovasi tersebut telah terbangun sebelum April tahun 2019," kata Menteri Perindustrian ini.
 
 





Pemerintah Wanti-wanti Ekspansi Kendaraan Listrik Impor

9 jam lalu

Pemerintah Wanti-wanti Ekspansi Kendaraan Listrik Impor

Pemerintah melalui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mewanti-wanti agar Indonesia tidak menerima ekspansi kendaraan listrik impor.


Kejaksaan Tangkap Seorang Tersangka Kasus Korupsi Impor Garam

14 hari lalu

Kejaksaan Tangkap Seorang Tersangka Kasus Korupsi Impor Garam

Seorang tersangka kasus impor garam berinisial YN ditangkap Kejaksaan Agung di salah satu rumah sakit Jakarta. Kejaksaan sebut YN tak kooperatif.


Kasus Korupsi Impor Garam, Kejagung Tetapkan 4 Tersangka

36 hari lalu

Kasus Korupsi Impor Garam, Kejagung Tetapkan 4 Tersangka

Kejagung menjerat tiga pejabat di Kementerian Perindustrian plus Ketua Asosiasi Pengguna Garam sebagai tersangka korupsi impor garam.


Profil Markus Maturo, Perusahaannya Kebut Produksi Kompor Listrik Pesanan Pemerintah Seperti Hartono Bersaudara

26 September 2022

Profil Markus Maturo, Perusahaannya Kebut Produksi Kompor Listrik Pesanan Pemerintah Seperti Hartono Bersaudara

Perusahaan Markus Maturo, kecipratan cuan untuk pesanan produksi kompor listrik untuk konversi LPG 3 kg, seperti Hartono Bersaudara. Siapa Maturo?


Politeknik Kemenperin Beri Kuliah Gratis dan Ikatan Kerja, Tertarik?

14 Juli 2022

Politeknik Kemenperin Beri Kuliah Gratis dan Ikatan Kerja, Tertarik?

Nantinya, lulusan Politeknik Industri Petrokimia Banten bisa langsung bekerja setelah lulus. Kemenperin telah bekerja sama dengan 14 mitra industri.


Pekerja Ban Terancam Terkena PHK Massal, Industri Keluhkan Banjir Produk Impor dari Cina

1 Juli 2022

Pekerja Ban Terancam Terkena PHK Massal, Industri Keluhkan Banjir Produk Impor dari Cina

Ketua Umum APBI Aziz Pane menyebutkan industri ban nasional terancam terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK besar-besaran. Kenapa?


Santer Isu Reshuffle, Ekonom: 4 Kementerian Gagal Atasi Masalah Minyak Goreng

12 Juni 2022

Santer Isu Reshuffle, Ekonom: 4 Kementerian Gagal Atasi Masalah Minyak Goreng

Ekonom mendukung rencana Jokowi melakukan reshuffle. Mendag, Menko Perekonomian, Menperin, dan Menteri Pertanian dianggap gagal.


Ekonom: Bulog Sebaiknya Kendalikan Seluruh Rantai Distribusi Minyak Goreng

25 Mei 2022

Ekonom: Bulog Sebaiknya Kendalikan Seluruh Rantai Distribusi Minyak Goreng

Direktur Celios, Bhima Yudhistira mengatakan seluruh distribusi minyak goreng curah maupun kemasan sebaiknya di bawah kendali Bulog.


Pemerintah Akan Setop Subsidi Minyak Goreng Curah pada 31 Mei 2022

25 Mei 2022

Pemerintah Akan Setop Subsidi Minyak Goreng Curah pada 31 Mei 2022

Pemerintah akan menyetop program subsidi minyak goreng curah pada 31 Mei 2022. Sebagai gantinya, pemerintah bakal menerapkan kewajiban DMO.


Akbar Tanjung Sebut Fahmi Idris Teman Seperjuangan Sejak Mahasiswa

22 Mei 2022

Akbar Tanjung Sebut Fahmi Idris Teman Seperjuangan Sejak Mahasiswa

Menurut Akbar, perjuangan bersama Fahmi Idris sejak mahasiswa hingga ke partai politik dan pemerintahan di orde baru dan reformasi.