Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenhub: Semua Pesawat Laik Terbang

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Sriwijaya Air dan Lion air. Dok. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pesawat Sriwijaya Air dan Lion air. Dok. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan atau Kemenhub memastikan hasil uji kelaikan atau ramp check pesawat di sejumlah bandara, hingga saat ini dinyatakan semua laik menjelang musim libur Natal dan Tahun Baru.

    BACA: Kereta Api Tambahan Libur Akhir Tahun Beroperasi 20 Desember

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana Pramesti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, mengatakan program kegiatan uji kelaikan selama masa angkutan udara Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 dimulai 15 Desember 2018 sampai dengan 10 Januari 2019.

    "Dari 15 Desember sampai 17 Desember 2018 Inspektur Penerbangan telah melakukan 191 inspeksi dengan jumlah pesawat yang diperiksa 153 registrasi," katanya. Uji kelaikan yang dilakukan di Bandara Soekarno Hatta sebanyak 14 registrasi (unit), meliputi Boeing B737-800NG milik Garuda Indonesia, Airbus A320-200 milik Citilink, Boeing B737-800NG dan B737-900ER milik Lion Air, dan Boeing B737-800NG milik Sriwijaya Air.

    Uji kelaikan yang dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma sebanyak lima registrasi, meliputi Airbus A320-200 milik Citilink Indonesia, ATR 72-600 milik Wings Air, dan ATR 72-600 milik Transnusa Aviation Mandiri.

    Uji kelaikan yang dilakukan di Bandara Husein Sastranegara Bandung sebanyak lima registrasi, meliputi Boeing B737-800NG milik Garuda Indonesia, Airbus A320-200 milik Citilink Indonesia, Airbus A320-200 milik Indonesia AirAsia, dan Boeing B737-800NG milik Lion Air.

    Sementara itu, uji kelaikan yang dilakukan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan sebanyak sembilan registrasi, meliputi Boeing 737-300 dan Boeing B737-800NG milik Sriwijaya Air, Boeing B737-900ER milik Lion Air, Airbus A320-200 milik Citilink, Boeing B737-800NG milik Batik Air, dan Bombardier CRJ 1000 milik Garuda Indonesia.

    Di Bandara Sam Ratulangi Manado sebanyak 10 registrasi yang meliputi Boeing B737-800NG dan CRJ 1000 milik Garuda Indonesia, Boeing B737-800NG dan B737- 900ER milik Lion Air, Boeing B737-800NG milik Batik Air, A320-200 milik Citilink, dan ATR 72-600 milik Wings Air.

    Adapun di Bandara Sultan Mahmud Badaruddim Palembang sebanyak tujuh registrasi yang meliputi B737-800NG dan ATR 72-600 milik Garuda Indonesia, B737-900ER milik Lion Air, ATR72-600 milik Wings Air, dan Boeing 737-500 milik Xpress Air.

    Di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebanyak 31 registrasi yang meliputi Airbus A320 milik Batik Air, ATR 72-500 dan ATR 72-600 milik Wings Air, Boeing B737-800NG/900ER dan B737-8 Max milik Lion Air, Boeing B737-800NG dan B737-900ER milik Sriwijaya Air, MD-DC 9/83 milik Airfast Indonesia, ATR72-600 dan CRJ 1000 milik Garuda Indonesia, Airbus A320-200 milik Citilink, dan ATR72-600 milik Transnusa.

    Polana menjelaskan bahwa kegiatan uji kelaikan yang dilakukan di beberapa lokasi bandara tersebut rutin dilakukan.

    "Ramp check merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh inspektur penerbangan dari Ditjen Hubud guna memastikan seluruh armada yang dioperasikan maskapai laik terbang. 'Ramp check' ini juga merupakan rangkaian dari uji kelaikan yang sudah dijadwalkan selama masa angkutan udara Natal dan Tahun Baru 2019," ujar Polana.

    Ia menambahkan hasil "ramp check" pesawat di beberapa bandara tersebut ditemukan temuan pada beberapa pesawat yang sifatnya minor dan sudah ditindaklanjuti.

    BACA: Kemenhub Masih Kaji Kenaikan Tarif Batas Bawah Pesawat

    "Pesawat-pesawat yang kami periksa, memenuhi syarat kelaikudaraan. Baik dari lisensi dokumen pilot, teknisi, kabin dan lainnya sesuai dengan ketentuan, namun ada beberapa pesawat yang mendapat catatan dari tim kami, tapi sifatnya bisa ditanggulangi dengan cepat," katanya. Polana menginstruksikan kepada jajarannya untuk terus mengawal maskapai dalam memberi pelayanan penerbangan terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

    "Kami berusaha untuk menciptakan angkutan udara yang selamat, aman, lancar dan nyaman sebagaimana harapan pengguna jasa penerbangan. Untuk keselamatan, tidak ada toleransi, ini 'no go item' yang harus dipenuhi bila ingin terbang," ujarnya. Total armada yang disiapkan untuk angkutan udara pada angkutan Nataru adalah sebanyak 543 pesawat dari 12 badan usaha angkutan udara di 36 bandara.

    Baca berita tentang libur Natal lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?