Paus Fransiskus Dukung Susi Pudjiastuti Perangi Illegal Fishing

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Susi diterima Paus Fransiskus di Gd.Paus Paulus VI di Vatikan, Rabu siang, 12 Desember 2018. Istimewa

    Menteri Susi diterima Paus Fransiskus di Gd.Paus Paulus VI di Vatikan, Rabu siang, 12 Desember 2018. Istimewa

    TEMPO.CO, Vatican City - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diterima Paus Fransiskus, Rabu siang, 12 Desember 2018. Pertemuan berlangsung seusai Paus berkhotbah di depan ribuan umat Katolik di gedung Palazzo di Paolo VI atau Istana Paus Paulus VI, Vatican City.

    Baca juga: Paus Sesalkan Perbuatan Jahat Manusia Rusak 2017

    Pertemuan Paus dengan publik ini biasanya digelar di lapangan Basilika Santo Petrus. Karena cuaca dingin, pertemuan dipindahkan ke ruang tertutup. "Ibu Menteri Susi termasuk dari beberapa tamu undangan khusus yang diterima Paus," kata Chief Communication Officer PT Tempo Inti Media, Wahyu Muryadi, menirukan Duta Besar RI di Vatikan Agus Sriyono.

    Saat bertemu Paus, Wahyu menjelaskan, Susi mengenakan blus terusan warna hitam dengan syal merah muda. Susi menerima medali kenang-kenangan dari Paus. Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, kata Wahyu, Susi menyampaikan terima kasih atas pernyataan semacam fatwa dalam memerangi illegal fishing, yang disampaikan dalam konferensi di Nusa Dua, Bali pada 29 dan 30 Oktober 2018. Saat itu, dukungan resmi Paus dibacakan Duta Besar Vatikan di Jakarta, Uskup Agung Piero Piopo.

    Menurut Wahyu, Susi mengatakan selain memberikan dukungan moral buat pemerintah Indonesia dalam memerangi kejahatan maritim dan perikanan, Paus juga memberikan dukungan spiritual. Paus akan terus berdoa demi kebaikan Indonesia. Susi pun mengundang secara lisan Paus untuk berkunjung ke Indonesia.

    Usai bertemu Paus, Susi yang didampingi Dubes Agus Sriyono diterima Menteri Luar Negeri Vatikan, Mgr.Paul Gallagher di Gedung Secretary of State dalam Istana Kepausan yang atap koridor dan interiornya dipenuhi ornamen lukisan dan mebel antik.

    Wahyu menceritakan, Susi kagum karena Menlu Gallagher sangat mengikuti perkembangan isu kelautan dan perikanan. Termasuk ihwal kejahatan kapal-kapal asing, baik kasus penyelundupan narkoba hingga perbudakan manusia. Pengetahuan Gallagher soal isu kelautan dan perikanan sangat mutakhir.

    Kepada Gallagher, kata Wahyu, Susi menyatakan dukungan politik Vatikan sangat dibutuhkan guna menggelorakan isu kelautan supaya mendapat perhatian serius PBB.
    Susi mengutarakan pentingnya dukungan Vatikan terhadap masalah kejahatan di sektor perikanan tangkap di laut. Hal itu diungkapkan Susi di kantin tak jauh dari Basilika Santo Petrus seusai diterima Paus Fransiskus.

    Wahyu mengatakan, Susi Pudjiastuti berharap setelah mendapat perhatian serius dari Vatikan, maka isu penting ini akan menjadi perhatian para pemimpin dunia. Menteri Susi, menurut Wahyu, menganggap Vatikan sangat peduli akan kejahatan berupa perdagangan manusia hingga perbudakan yang dilakukan industri perikanan tangkap di laut. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.