Sabtu, 15 Desember 2018

Startup Pilihan Tempo 2018: Wakuliner, Incar Peluang Bisnis Makan

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakuliner.com

    Wakuliner.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejak Januari 2017, Redaksi Koran Tempo rutin menerbitkan rubrik Startup menyajikan profil pengusaha pemula yang mengadaptasi teknologi informasi. Dalam edisi kali ini,  Koran Tempo bersama Digitaraya menjaring delapan start-up “pilihan” sebagai representatif “peluang tersebut” sejak pertengahan September lalu. 

    Baca juga: Startup Pilihan Tempo 2018: Wahyoo, Polesan Warteg Gaya Milenial

    Penjaringan kandidat diambil  dari puluhan start-up di dalam jaringan Digitaraya, CyberAgent Ventures, Google Lauchpad. Finalis mengerucut menjadi 14 sebelum dipilih menjadi jawara dan dibagi ke empat kategori yang dilaksanakan di Ruang & Tempo, Jakarta,  21 November 2018 lalu. 

    Dari hasil penjurian itu, Wakuliner meraih posisi pertama untuk kategori Editors Choice. Berikut profil Wakuliner yang didirikan Anthony Gunawan dengan membidik peluang besar dalam bisnis makanan dan minuman.

    Anthony mengaku tak jeri meski bisnisnya dikepung perusahaan e-commerce dan market place besar. Apalagi, kata dia, meski sudah banyak raksasa, belum ada e-commerce ataupun market place yang benar-benar menjadi besar karena berfokus memperdagangkan satu sektor saja. Karena itu, ia memantapkan diri mendirikan market place yang berfokus di bidang kuliner bernama Wakuliner.

    Wakuliner merupakan aplikasi direktori (daftar) sekaligus market place yang menyediakan serba-serbi ihwal kuliner. Startup yang didirikan Anthony pada Agustus 2017 ini memiliki database kafe, katering, dan depot. "Saya pilih kuliner karena menjadi kebutuhan utama semua orang," kata dia saat ditemui pada Rabu, 28 November 2018.

    Sudah ada lebih dari lima ribu pedagang makanan yang menjajakan produknya lewat market place Wakuliner. Produknya pun beragam, dari menu utama, jajanan, hingga aneka macam minuman yang bisa dipesan kapan dan di mana saja. Kini Wakuliner bisa melayani 151 kota di seluruh Indonesia.

    Menurut Anthony, kualitas makanan menjadi salah satu kunci utama kesuksesan bisnis market place kuliner. Demi mendapatkan kepercayaan masyarakat, pemegang gelar master ilmu sistem informasi ini pun menyeleksi kafe ataupun warung yang akan masuk Wakuliner, dari proses pembuatan makanan, bahan baku, hingga aspek kebersihan dan pelayanannya. Jika ia anggap layak, para pedagang pun bisa menjajakan menunya di Wakuliner. "Kualitas memang sangat penting,” ujarnya.

    Meski tak menjamin dagangannya bisa laku keras, Wakuliner sukses mendorong para pelapak untuk menyajikan produknya secara serius. Menurut Anthony, Wakuliner bahkan sudah menekan penerimaan produk yang masuk untuk menjaga keseimbangan permintaan dan suplai tetap ideal.

    Selain menjadi wadah berdagang kalangan usaha kecil, Wakuliner memiliki fitur produk waralaba yang ditawarkan ke masyarakat bernama Franchise Sale. Ada belasan merek makanan, dari ayam goreng, masakan Padang, hingga masakan Italia, serta kafe, yang ditawarkan kepada pemodal. Fitur ini menjadi wadah pemilik waralaba untuk berpromosi mengajak masyarakat mencoba peruntungan di bisnis waralaba kuliner. Bahkan ada fitur “wisata kuliner” dan “legendary destinations” yang menampilkan daftar kuliner “layak coba” di 30 kota.

    Bisnis Wakuliner sudah mulai stabil. Kini rata-rata setiap bulan Wakuliner melayani 46 ribu transaksi. Sambutan baik tersebut dimanfaatkan Anthony untuk ekstensifikasi bisnis kulinernya ke bidang katering. Ratusan menu Nusantara dan eksotis dengan kapasitas 20 dapur besar telah memiliki pelanggan berbagai instansi, seperti kementerian/lembaga, badan usaha milik negara, dan berbagai perusahaan teknologi seperti Mataharimall.com ataupun Jurnal.id. “Katering kami juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan acara,” ujar Anthony.

    Tim Wakuliner juga sedang melakukan persiapan akhir untuk berekspansi ke Singapura awal tahun depan. Beragamnya sajian kuliner Tanah Air merupakan komoditas yang menarik minat masyarakat internasional. “Karena kami fokus ke kuliner saja, kami jadi bisa lebih memikirkan kebijakan yang lebih baik dalam mengelola Wakuliner,” kata Anthony.

    Baca berita Startup lainnya di Tempo.co

    KORAN TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.