Ekspor Impor, Pengusaha Siap Beralih Gunakan Mata Uang Yuan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Hariyadi Sukamdani dalam Seminar Nasional Peran Serta Dunia Usaha Dalam Membangun Sistem Perpajakan dan Moneter di Kempinski Grand Indonesia Ballroom. Jakarta, 14 September 2018. TEMPO/Candrika Radita Putri

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku usaha mulai melirik mata uang pengganti dolar Amerika Serikat (AS) dalam melakukan transaksi perdagangan. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Haryadi Sukamdani berujar dengan langsung menggunakan mata uang negara mitra dagang tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, dan berdampak positif pada stabilitas nilai tukar rupiah.

Baca juga: Sukses di Usia 18, Apa Keistimewaan Produk Pengusaha Muda Ini?

“Selama ini yang kita gunakan adalah dolar AS, kita bisa mulai dengan Cina untuk konversi ini,” katanya, di Jakarta, Kamis 6 Desember 2018.

Haryadi berujar mata uang Cina, yaitu yuan bisa menjadi potensial, mengingat besarnya nilai perdagangan antar kedua negara. “Total nilainya saat ini mencapai US$ 60 miliar, kalau kita bisa mengonversi hingga misalnya US$ 20 miliar saja akan positif dampaknya,” katanya.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Cina juga terus berada dalam daftar lima negara dengan realisasi investasi terbesar ke Indonesia sejak 2016. Bahkan, pesatnya realisasi tersebut membuat Cina mampu menggeser posisi Malaysia, AS, dan Inggris yang sebelumnya terus berada di daftar itu. Adapun hingga triwulan III 2018, nilai realisasi investasi Cina mencapai US$ 483,46 juta.

Haryadi melanjutkan, APINDO juga telah melakukan identifikasi pihak-pihak pengusaha eksportir maupun importir yang bersedia melakukan konversi mata uang dolar AS yang biasa digunakan dengan mata uang mitra.

“Harapannya dampak dari sikap pengusaha ini bisa lebih luas lagi, yaitu rupiah menguat, dan respon positif juga datang dari sektor keuangan yaitu menurunkan suku bunga,” ucapnya. Dengan demikian, tahun depan APINDO berharap kurs rupiah dapat membaik yaitu berada di kisaran Rp 13.800 per dolar AS. “Terlebih tren minyak dunia juga sedang turun.”

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah berujar kesepakatan antar negara untuk menggunakan mata uang masing-masing dalam kegiatan ekspor dan impor sebenarnya telah dijajaki pemerintah sebelumnya.

“Tapi seringkali antara kesepakatan dan realisasi, tidak sepenuhnya berjalan, karena persoalannya tidak semudah itu,” ujarnya. Menurut Piter, seringkali kebutuhan mata uang untuk ekspor dan impor pengusaha kerap berbeda, sehingga tetap akan bergantung pada dolar AS. “Misalnya ekspor ke Cina, tapi dalam pembuatan produk butuh bahan baku impor dari AS atau Eropa, jadi tetap butuh dolar misalnya, kecuali memang ekspor dan impornya hanya dengan Cina.”

Kepala BKPM Thomas Lembong memprediksi nilai tukar rupiah tahun depan masih berpotensi tertekan, meskipun dia optimistis kondisinya akan lebih baik dibandingkan tahun ini. “Kondisi makro dari eksternal tidak kalah beratnya dengan tahun ini, dari sisi suku bunga, dolar akan terus naik, dan masih waspada juga apakah harga minyak tidak akan naik lagi,” katanya.






Penerapan Zero ODOL Diundur Jadi 2024, Kemenhub Ungkap Penyebabnya

4 hari lalu

Penerapan Zero ODOL Diundur Jadi 2024, Kemenhub Ungkap Penyebabnya

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Hendro Sugiatno mengatakan Zero ODOL masih belum disepakati oleh Kemen dan Apindo.


Terpopuler: Holland Bakery Diserbu Pembeli, Sri Mulyani Kurangi Insentif Dunia Usaha

10 hari lalu

Terpopuler: Holland Bakery Diserbu Pembeli, Sri Mulyani Kurangi Insentif Dunia Usaha

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis hingga Sabtu malam hampir semuanya dikuasai oleh Holland Bakery hingga Sri Mulyani kurangi insentif pengusaha.


50 UMKM Malaysia Promosikan Produk Kreatif di Batam

10 hari lalu

50 UMKM Malaysia Promosikan Produk Kreatif di Batam

Rangkaian acara tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk usaha kreatif pengusaha Malaysia tetapi juga Kota Batam.


Bos Samsung Indonesia: Pencabutan PPKM Beri Angin Segar Bagi Pengusaha

11 hari lalu

Bos Samsung Indonesia: Pencabutan PPKM Beri Angin Segar Bagi Pengusaha

Presiden Jokowi secara resmi menghentikan PPKM pada Jumat, 30 Desember 2022.


Mendag: Pengusaha RI dan Arab Saudi Sepakat Kerja Sama dengan Nilai Kontrak Rp2,3 Triliun

15 hari lalu

Mendag: Pengusaha RI dan Arab Saudi Sepakat Kerja Sama dengan Nilai Kontrak Rp2,3 Triliun

Penandatanganan terdiri atas kontrak dagang, perjanjian kerja sama, dan MoU, yang dilakukan di Kantor Federation Saudi Chamber di Jeddah, Arab Saudi.


Terpopuler Bisnis: Pajak Karyawan Belum Menikah tapi Ada Tanggungan, Apindo Soal Aturan Pengupahan

26 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Pajak Karyawan Belum Menikah tapi Ada Tanggungan, Apindo Soal Aturan Pengupahan

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 12 Januari 2023 diantaranya perhitungan pajak karyawan belum menikah tetapi memiliki tanggungan.


5 Tips Mulai Wirausaha dengan Modal Minimal

26 hari lalu

5 Tips Mulai Wirausaha dengan Modal Minimal

Masih ragu lakukan wirausaha? Simak 5 tips mulai jadi pengusaha dengan modal kecil


Berkaca Kasus PT Nikomas Gemilang, Apindo Kembali Singgung Aturan No Work No Pay

26 hari lalu

Berkaca Kasus PT Nikomas Gemilang, Apindo Kembali Singgung Aturan No Work No Pay

Apindo menyatakan kejadian PHK yang ditawarkan oleh PT Nikomas Gemilang bukanlah kejadian pertama suatu perusahaan dalam setahun terakhir ini.


Inilah 10 Kriteria Pekerja yang Tidak Boleh di-PHK Menurut Perpu Cipta Kerja

27 hari lalu

Inilah 10 Kriteria Pekerja yang Tidak Boleh di-PHK Menurut Perpu Cipta Kerja

Ada 10 kriteria pekerja yang tidak boleh di-PHK menurut Perpu Cipta Kerja. Berikut daftarnya.


Menaker Ida Beberkan Proses Perumusan Perpu Cipta Kerja

30 hari lalu

Menaker Ida Beberkan Proses Perumusan Perpu Cipta Kerja

Menaker Ida Fauziyah memastikan pemerintah telah menyerap aspirasi dari berbagai pihak dalam merumuskan Perpu Cipta Kerja.