Hari Ini IHSG Dibuka Menguat Seiring Meredanya Perang Dagang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Selasa, 4 Desember 2018, dibuka melanjutkan penguatan seiring meredanya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina.

    Baca juga: IHSG Menguat 1,93 Persen Seiring Aksi Beli Asing

    IHSG BEI dibuka menguat 6,47 poin atau 0,12 persen menjadi 6.124,79. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,30 poin atau 0,03 persen menjadi 979,09.

    "IHSG melanjutkan tren positif pada perdagangan hari ini seiring dengan meredanya tekanan pasar setelah AS dan China sepakat mencegah eskalasi perang tarif," kata Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah, di Jakarta, Selasa.

    Ia mengemukakan AS-Cina sepakat mencegah eskalasi perang tarif dengan tidak mengenakan tarif baru antara dua belah pihak selama 90 hari. Dalam kurun waktu itu, AS-Cina juga akan mencari solusi perdagangan dan beberapa isu seperti transfer teknologi, reformasi struktural dan proteksi properti intelektual.

    "Walaupun itu positif, namun pasar masih harus berhati-hati, mengingat hal itu hanya sebagai gencatan senjata. Pembicaraan ke depan, juga sekiranya akan alot mengingat banyaknya isu yang dibicarakan," katanya.

    Ia menambahkan, data inflasi November sebesar 0,27 persen juga masih menjadi katalis positif dari dalam negeri, sementara inflasi tahun ke tahun (yoy) mencapai 3,23 persen.

    "Tingkat inflasi itu menunjukkan daya beli masyarakat Indonesia masih cukup kuat dan dorongan untuk mengkonsumsi masih tergolong tinggi," katanya.

    Selain IHSG, bursa regional di antaranya Indeks Nikkei melemah 129,51 poin (0,57 persen) ke 22.445,24, Indeks Hang Seng melemah 55,72 poin (0,20 persen) ke 27.126,31, dan Indeks Strait Times melemah 16,12 poin (0,51 persen) ke posisi 3.174,50.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.