Bekraf Dorong Startup Melantai di Bursa

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, saat memberikan paparan mengenai Food Startup Indonesia (FSI) 2018 di Medan pada Selasa, 13 Februari 2018. Selain Fadjar, pembicara lain adalah Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah, dan Kepala Sub Direktorat Dana Masyarakat, Hanifah Makarim. (TEMPO/IIL ASKAR MONDZA)

    Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, saat memberikan paparan mengenai Food Startup Indonesia (FSI) 2018 di Medan pada Selasa, 13 Februari 2018. Selain Fadjar, pembicara lain adalah Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah, dan Kepala Sub Direktorat Dana Masyarakat, Hanifah Makarim. (TEMPO/IIL ASKAR MONDZA)

    Jakarta - Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif Fadjar Hutomo mengatakan Bekraf mendorong semakin banyak perusahaan startup di Indonesia untuk melantai di bursa saham. Ia mengatakan sampai saat ini baru ada tiga startup yang melakukan IPO yaitu PT Kioson Komersial indonesia, PT Mcash Integrasi Tbk, dan PT Yelooo Integra Datanet.

    Baca juga: 2 Masalah Startup di RI Menurut Yayasan Startup Indonesia

    "Tentunya kita ingin sempurnakan ekosistem startup di Indonesia dan memberikan jalur permodalan bagi startup Indonesia yg bermuara di pasar modal," kata dia di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Senin, 3 Desember 2018.

    Fadjar menjelaskan perusahaan startup akan membutuhkan permodalan mulai dari fase ide, early stage, growth, hingga mature. Setelah itu start up akan mendapatkan permodalan dari investor, venture capital, hingga pasar modal.

    "Dari bursa sendiri sudah menyediakan tiga papan mulai dari papan utama, sekunder dan juga akselerasi," tutur dia.

    Ia juga menjelaskan yang dibutuhkan bagi startup saat ini untuk menghadapi industri 4.0 yaitu kemampuan teknis, sistem program yang baik dan pemahaman terhadap masalah yang ada untuk diselesaikan. Sebab, kata dia, salah satu fungsi startup adalah untuk memberikan solusi dari permasalahan yang ada.

    "Semakin permasalahan itu dirasakan oleh banyak orang, semakin besar impact yang dihasilkan dari solusi saat itu tentunya tingkat keberhasilan dari startup itu sendiri akan makin besar," tutur dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.