Jokowi Blak-blakan, Kebut Proyek Jalan Tol untuk Pemilu

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketujuh kanan) dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kedelapan kiri) serta sejumlah ulama berjalan di atas Jembatan Suramadu di sela-sela peresmian pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 27 Oktober 2018. Pembebasan tarif tol tersebut diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketujuh kanan) dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kedelapan kiri) serta sejumlah ulama berjalan di atas Jembatan Suramadu di sela-sela peresmian pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 27 Oktober 2018. Pembebasan tarif tol tersebut diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan alasan dirinya meminta beberapa pembangunan proyek infrastruktur seperti jalan tol harus selesai pada April 2019. Menurut Jokowi salah satu alasannya adalah supaya bisa digunakan masyarakat khususnya ketika perayaan hari lebaran 2019 tiba.

    Baca: Luhut: Jokowi Minta Dana Pungutan Ekspor CPO untuk Petani Kecil

    "Tahu kan alasanya? Bukan untuk apa-apa, ini pikirannya pasti beda, supaya bisa kita pakai untuk lebaran. Tapi juga termasuk itu untuk pemilu itu juga, udah kita blak-blakan saja," kata Jokowi saat berpidato di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, 27 November 2018.

    Pernyataan Presiden Jokowi tersebut kemudian menimbulkan gelak tawa dari para peserta yang hadir. Tak hanya tertawa, para peserta yang terdiri dari para menteri kabinet kerja, kepala daerah, pengamat ekonomi, pelaku industri keuanngan, perbankan hingga pimpinan redaksi media massa tersebut juga menyambut dengan tepuk tangan.

    Sebelumnya Bank Indonesia (BI) kembali mengelar Pertemuan Tahunan Bank Indonesia atau PTBI. Pertemuan tahunan 2018 ini digelar dengan mengambil tema "Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan." Dalam pertemuan tahunan itu, BI memaparkan arah kebijakan ekonomi khususnya di bidang moneter pada tahun 2019.

    Jokowi menjelaskan salah satu proyek yang ia minta untuk bisa selesai pada April 2019 adalah proyek tol Bakauheni ke Palembang bagian dari tol Trans Sumatera. Menurut Jokowi, ketika dirinya melakukan cek langsung ke lapangan dan meminta kepada manajer proyek supaya pembangunan bisa selesai pada April 2019.

    "Saya tanya, ke manajer proyeknya, selesai kapan ini pak? Ya kira-kira Bulan Mei-Juni. Tapi saya sampaikan jangan Mei atau Juni, Saya minta April," kata Jokowi.

    Sementara itu, Jokowi juga mengatakan ada beberapa proyek infrastrukur yang akan selesai pada akhir tahun. Misalnya adalah jalan tol Jakarta-Surabaya. Ia memastikan bahwa proyek jalan tol tersebut akan selesai sebelum hari Natal 2018 dan akan tersambung pada akhir tahun ini.

    Mantan Walikota Solo ini berujar bahwa proyek tol Trans Sumatra khususnya dari Lampung ke Palembang, sesi Bakauheni-Terbanggi Besar juga akan selesai pada akhir tahun ini. Jokowi menuturkan jalan tol sepanjang 148 kilometer ini akan ia resmikan pada akhir Desember 2018.

    Kemudian, Jokowi juga memastikan bahwa proyek infrastruktur jalan tol dari Bakauheni ke Palembang juga akan selesai pada akhir tahun ini. Ia menerangkan bahwa dirinya telah melakukan cek ke lapangan langsung mengenai progres proyek pembangunan ini.

    Untuk tahun ini Jokowi juga memastikan bahwa pemebangunan infrastruktur pelabuhan besar juga akan selesai pada akhir tahun ini. Misalnya Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara. "Saya akan resmikan di akhir tahun ini, selesai," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.