Ekonom Sebut Pengelolaan Dana Desa Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turnamen paralayang di Gunung Gede, Desa Tatung, Kecamatan Balong, Ponorogo, Minggu, 9 September 2018.

    Turnamen paralayang di Gunung Gede, Desa Tatung, Kecamatan Balong, Ponorogo, Minggu, 9 September 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta -Ekonom Ilya Avianti mengatakan bila pengelolaan dana desa mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban berjalan baik maka berbagai potensi ekonomi di desa akan tumbuh dengan baik.

    BACA: Jokowi Soal 4 Tahun Dana Desa dengan Biaya Rp 187 Triliun

    "Desa pada dasarnya sudah kaya karena mendapatkan banyak dukungan dana baik dari pemerintah pusat maupun daerah, maka tidak ada alasan lagi untuk tidak melihat pertumbuhan ekonomi di desa-desa di Indonesia," kata Ilya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

    Dia menjelaskan sumber pendapatan desa saat ini tidak hanya berasal dari dana desa dari APBN saja, tetapi juga berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) dari APBD, bantuan sosial, maupun pendapatan asli desa (PAD). Berbagai sumber pendapatan tersebut menjadikan dana yang berputar di desa mencapai miliaran rupiah per tahun. Dana tersebut merupakan modal potensial untuk mendorong perputaran ekonomi skala desa.

    "Tantangannya adalah memanfaatkan potensi desa melalui dana dan segala sumber kekayaan lain dengan sebaik-baiknya untuk mendorong perputaran ekonomi yang bermuara pada kesejahteraan warga desa," katanya.

    BACA: Cegah Urbanisasi Berlebihan, JK: Dana Desa Bertambah Tiap Tahun

    Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran ini mengungkapkan dibutuhkan perencanaan matang dalam upaya pemanfaatan dana desa. Perencanaan tersebut bisa dilakukan melalui musyawarah desa atau Musdes yang melibatkan setiap komponen masyarakat.

    "Dari Musdes tersebut bisa disusun pola pembangunan desa yang mempertimbangkan semua unsur baik kondisi ekonomi, sosial, dan budaya di masing-masing bagian," kata dia.

    Ilya juga mengingatkan agar pemangku kepentingan desa mampu mempertanggungjawabkan penggunaan dana desa secara administratif. Sebab salah satu syarat pencairan dana desa yang dilakukan secara bertahap dalam satu tahun adalah laporan pertanggungjawaban. "Jika perlu aparatur desa harus didampingi oleh tenaga profesional," katanya.

    Ia mengatakan semua penerimaan dan pengeluaran desa harus melalui rekening kas desa bukan rekening pribadi. Selain itu semua transaksi harus didukung bukti yang lengkap dan sah sehingga ada konsistensi antara RKP Desa, RAPBD Desa dan APBDdesa.

    "Dengan demikian tujuan adanya dana desa bisa meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan perekonomian desa yang mandiri dan berkelanjutan dapat tercapai," pungkas dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.