4 Tahun Jokowi, Pemerintah Klaim Perekonomian Perbatasan Kembali Hidup

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nursaka, WNI yang tinggal di Serawak, Malaysia berjalan kaki untuk bersekolah di SDN 03 Sontas Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kamis, 13 September 2018.

    Nursaka, WNI yang tinggal di Serawak, Malaysia berjalan kaki untuk bersekolah di SDN 03 Sontas Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Kamis, 13 September 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - 4 tahun Jokowi, Menteri Dalam Negeri atau Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan atau BNPP Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah berhasil menghidupkan kembali aktivitas perekonomian di perbatasan. Salah satu keberhasilan, kata Tjahjo, dengan diselesaikannya pembangunan tujuh Pos Lintas Batas Negara atau PLBN yang tersebar di perbatasan Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

    BACA: 4 Tahun Jokowi - JK, Para Menteri Kembali Presentasikan Kinerja

    "Tiga tahun akhirnya dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau-pulau sambung menyambung jadi satu itulah NKRI sudah diwujudkan oleh pemerintahan Jokowi-JK dengan Nawacitanya. Tiga tahun kita sudah selesai membangun tujuh PLBN untuk mendukung aktivitas ekonomi di 187 kecamatan di perbatasan," ujar Tjahjo di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Rabu, 24 Oktober 2018.

    Ketujuh PLBN, itu kata Tjahjo antara lain PLBN Aruk, Entikong, dan Badau di Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Malaysia, PLBN Wini, Motamasin, dan Motaain di Nusa Tenggara Timur yang berbatasan dengan Timor Leste, dan PLBN Skouw di Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini.

    BACA: 4 Tahun Jokowi, Darmin: Pertumbuhan Ekonomi Naik Meski Pelan

    Tjahjo mengatakan dengan pembangunan perbatasan yang selesai itu terdapat kantor kecamatan sudah dibangun dengan baik, puskesmas ada termasuk dengan dokter, perawat, dan obatnya, kabupaten/kota sudah punya rumah sakit rujukan, terbentuknya Badan Usaha Milik Desa atau BUMdes, serta adanya pasar di setiap PLBN.

    Di samping itu, Tjahjo mengatakan dengan didukung oleh Kementerian Perhubungan, pelabuhan dan bandara udara, juga sudah banyak terbangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.

    "Dari ujung Pulau Rondo di Aceh masuk perbatasan ke Belawan, masuk Sabang, Kualanamu, Natuna, Entikong, masuk ke Sangir Talaud, ke Bitung, Morotai, Maluku Barat Daya, lalu ke Papua Barat dan Skouw, Merauke, Atambua, ini semua pelabuhan lautnya sudah ada. Pelabuhan udaranya juga ada. Terbang dari Sabang sampai ke Atambua, sampai Merauke, sudah bisa terlintasi. Ini wujud pembangunan Indonesia Sentris," ujar Dia.

    Menurut Tjahjo untuk lebih menggairahkan lagi aktivitas ekonomi di perbatasan, saat ini pemerintah juga sedang membangun 11 PLBN kecil yang ditargetkan rampung paling lambat pertengahan tahun 2019.

    Kesebelas PLBN kecil, itu kata Tjahjo ada di Sei Pancang, Long Midang, Long Nawang, dan Labang di Kalimantan Utara, Jagoi Babang dan Sei Kelik di Kalimantan Barat, Sota dan Yetetkun di Papua, Serasan di Kepulauan Riau, serta Napan dan Oepoli di Nusa Tenggara Timur.

    Baca berita tentang 4 tahun Jokowi di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.