4 Tahun Jokowi, Darmin: Pertumbuhan Ekonomi Naik Meski Pelan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Stagnan hingga 2019

    Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Stagnan hingga 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan dalam empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kenaikan meski pelan.

    Baca: Jokowi Kucurkan Rp 400 Triliun Danai Infrastruktur 2018

    "Dalam situasi ekonomi global yang mengalami gangguan dan bergejolak, ini harus diakui membaik pelan-pelan," ujar Darmin di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.

    Bila dilihat secara grafik, kata Darmin, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2015 hanya bercokol di level 4,88 persen. Namun, satu tahun setelahnya angka itu berhasil naik ke 5,03 persen pada 2016. Angka tersebut kembali melambung ke level 5,07 persen pada 2017 dan mencapai 5,17 persen pada semester I 2018. "Jadi kita naik di tengah gejolak ekonomi," kata Darmin.

    Di samping pertumbuhan ekonomi, Darmin mengatakan angka kemiskinan juga sukses mencapai level terbaik dalam beberapa tahun terakhir dengan menginjak satu digit saja, yaitu 9,8 persen. "Rasio gini dalam 7-8 tahun terakhir juga mencapai level terbaik, yaitu 0,89," kata dia. "Pengangguran secara konsisten menurun ke 5,13 persen."

    Selain itu, pemerintahan Jokowi juga berhasil mengendalikan angka inflasi. Pada 20 tahun lalu, inflasi di tanah air bisa lebih dari 10 persen. Sementara, pada 2014, inflasi mencapai kisaran 8 persen.

    Namun, dalam empat tahun belakangan, angka inflasi itu berhasil ditekan ke kisaran 3,5 persen. "Sungguh bisa dibanggakan, jauh lebih stabil karena bergerak mendekati kinerja negeara-negara yang mampu mewujudkan inflasi rendah di sekitar kita," kata Darmin.

    Sebelumnya, kinerja Jokowi sepanjang empat tahun itu sempat dikritik oleh ekonom senior yang juga mantan menteri koordinator bidang kemaritiman Rizal Ramli. Rizal mengkritik sejumlah indikator ekonomi yang tak membaik.

    Baca: Urusan Defisit BPJS sampai ke Presiden, Jokowi: Kebangetan

    "Ini mah lucu banget  wong 3 tahun terakhir ekonomi mandeg di 5%, utang nambah Rp 1,47 T per hari, resiko makroekonomi naik 2 tahun terakhir, Ruipiah terpuruk dalam sejarah. Tim Ekonominya mediocre  kok berani2nya jual mimpi !" ujar Rizal Ramli mengkritik pemerintahan Jokowi melalui cuitan di akun Twitter, @RamliRizal, Jumat, 19 Oktober 2018. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.