Selasa, 20 November 2018

Sempat Ada Seruan Hapus Apps, Go-Jek: Jumlah Pengguna Tak Turun

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi Go-Jek mengunakan aplikasi smartphonenya saat menunggu penumpang di kawasan Kalibata City, Jakarta, 8 Juli 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Pengemudi Go-Jek mengunakan aplikasi smartphonenya saat menunggu penumpang di kawasan Kalibata City, Jakarta, 8 Juli 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Vice President Corporate Communication Go-Jek Michael Say mengatakan tak ada penurunan pengguna pada aplikasi Go-Jek meskipun belakangan media sosial diramaikan oleh tagar Uninstall Go-Jek. Menurut Michael masyarakat saat ini masih tetap menggunakan aplikasi Go-Jek seperti biasa.  

    Baca: Ini Postingan Petinggi Go-Jek soal LGBT yang Berkembang Viral

    "Sejauh ini ngga ada penurunan kok. Kami rasa masyarakat cukup pintar juga sih untuk bisa menentukan sebenarnya posisi kami seperti apa," kata Michael di di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Oktober 2018. 

    Sebelumnya, Twitter diramaikan dengan tagar Uninstall Gojek pada akhir pekan lalu. Topik tersebut mencuat, lantaran unggahan di Facebook pribadi Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Operasi Go-Jek, Brata Santoso. 

    Dalam status Facebook-nya, Brata menyebutkan bahwa Go-Jek menerima keberagaman pilihan karyawannya, dia menyebutkan sekitar 30 karyawan Go-Jek merupakan Lesbian, Gays, Biseks, dan Transgender atau LGBT, pada 11 Oktober 2018.

    Namun, ketika Tempo berusaha mencari postingan tersebut di laman Facebook hari ini tak terlihat akun dengan nama Brata Santoso. Gambar postingan itu tersebar luas dalam pencarian di Internet. 

    Lebih jauh Michael menjelaskan posisi Go-Jek tidak mendukung suatu golongan tertentu maupun menolak suatu golongan tertentu. Menurut dia, Go-Jek hanya ingin memberikan kesempatan yang sama kepada lingkungannya. "Kami hanya ingin memberikan kesempatan yang sama ke ekosistem kami, tidak peduli latar belakangnya, etnisnya dan yang lainnya," ujarnya. 

    Baca: Uninstall Go-Jek Viral, Rhenald Kasali: Publik Tak Lantas Beralih

    Michael juga menjelaskan pernyataan yang ditulis di laman Facebook karyawannya tersebut merupakan interpretasi pribadi, bukan perusahaan, dalam hal ini Go-Jek. Karyawan tersebut, kata dia, telah melanggar salah satu kebijakan terkait sosial media guideline. "Sebenarnya dia nggak bisa menggunakan nama perusahaan untuk kepentingan pribadi," ujarnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.