Bank Muamalat Terbitkan Saham Rp 2 T Untuk Konsorsium Ilham

Direktur Utama Bank Muamalat Endy Abdurrahman saat memberi sambutan pada acara Lounching Muamalat Prioritas di Jakarta, 30 Januari 2017. Tempo/Tongam sinambela

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk akan menerbitkan 20 miliar saham atau right issue senilai Rp 2 triliun. Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Achmad Kusna Permana mengatakan satu lembar seham senilai Rp 100.

Baca juga: OJK Menginginkan Investor Bank Muamalat Setor Dana Segar

Rencana right issue tersebut telah disepakati oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)  hari ini. Achmad mengatakan tujuan right issue ini untuk mengakomodasi masuknya konsorsium investor pimpinan Ilham Habibie.

"Dari pemegang saham existing sudah beritahukan bahwa mereka menunjuk sebelumnya. Tapi dari konsorsium mereka sudah nyatakan minat, disampaikan langsung ke OJK oleh Pak Ilham," kata Achmad di Gedung Bank Muamalat, Kamis, 11 Oktober 2018.

Putra mantan Presiden B.J. Habibie, Ilham Habibie, bersama konsorsium yang terdiri atas keluarga Arifin Panigoro, Lyxn Asia, dan SGG Capital bakal menjadi investor baru PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI). Konsorsium itu akan menyuntikan modal ke Bank Muamalat.

Achmad mengatakan Bank Muamalat akan meminta pengajuan pernyataan efektif ke OJK. Right issue merupakan penawaran umum terbatas (PUT) Saham dengan hak memesan efek terlebuh dahulu (HMETD). Achmad mengatakan saham akan terdilusi sekitar 66 persen.

Sebelumnya konsorsium pimpinan Habibie memastikan kekuatan komitmen semua anggota konsorsium dalam proses restrukturisasi dan penyehatan permodalan bank syariah pertama di Indonesia tersebut.

“Pola skema investasi ada beberapa langkah, ada asset swap (tukar guling aset), setelah itu melalui rights issue kami akan menyuntikkan dana, masuk ke tier 1 atau ekuitas perusahaan, kedua hal itu tidak bisa berdiri sendiri,” kata Ilham, Rabu, 3 Oktober 2018.

Pada 4 Oktober, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan siapa saja boleh mengusulkan ke OJK siapa yang akan jadi lead konsorsium dan anggota konsorsium Bank Mualamat.

"Dari konsorsium itu kan ada lead dan anggota, harus disetujui anggotanya, jadi anggota harus menunjukkan punya uang yang ditunjukkan dalam escrow account," kata Wimboh di kantornya, Kamis, 4 Oktober 2018. "Berapa escraw account yang diperlukan? Sekitar Rp 4 triliun harus ditunjukkan di escrow account".

Menurut Wimboh kalau sudah menunjukkan escraw account baru kita berbicara, baik mengenai yang akan jadi anggota dan ketua konsorsium secara formal dengan mengirim surat.

Lebih lanjut Achmad mengatakan dalam keputusan RUPSLB tadi juga diputuskan di luar Rp 2 triliun itu, Bank Muamalat diberi kewenangan mencari tambahan dalam berbagai bentuk yang dimungkinkan. "Bentuknya bisa sub debt (surat utang/obligasi), bisa escraw," ujar Achmad.

HENDARTYO HANGGI | GHOIDA RAHMAH






Samuel Sekuritas: IHSG Jatuh ke Zona Merah, Sektor Industri Dasar Melemah Paling Dalam

2 menit lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Jatuh ke Zona Merah, Sektor Industri Dasar Melemah Paling Dalam

IHSG menutup sesi di level 7.077,0 atau 0,49 persen lebih rendah daripada angka penutupan Selasa, 27 September 2022 di level 7.112,4.


Saham Emiten-emiten Ini Pernah Mengalami Suspensi

3 jam lalu

Saham Emiten-emiten Ini Pernah Mengalami Suspensi

Peningkatan harga kumulatif signifikan pada saham PT Gaya Abadi Sempurna, dan untuk cooling down, Bursa Efek memandang perlu suspensi saham emiten ini


Kaesang Cerita Dapat Wejangan dari Lo Kheng Hong Soal Investasi Saham, Apa Saja?

4 jam lalu

Kaesang Cerita Dapat Wejangan dari Lo Kheng Hong Soal Investasi Saham, Apa Saja?

Kaesang Pangarep menceritakan pertemuannya dengan investor kawakan Lo Kheng Hong sebelum pandemi Covid-19 merebak yakni sekitar tahun 2019.


Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

18 jam lalu

Kaesang, Youtuber Kevin Hendrawan dan Samuel Sekuritas Luncurkan Saham Rakyat Pro

Kaesang Pangarep, Youtuber Kevin Hendrawan dan PT Samuel Sekuritas meluncurkan aplikasi Saham Rakyat versi pro.


Samuel Sekuritas: IHSG Ditutup Melemah di Sesi I, Sejalan dengan Bursa Global

1 hari lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Ditutup Melemah di Sesi I, Sejalan dengan Bursa Global

IHSG menutup sesi di level 7.092,7 atau 0,49 persen lebih rendah dari angka penutupan kemarin (7,127,5).


Samuel Sekuritas Prediksi IHSG Berpotensi Menguat, Cermati 8 Saham Ini

1 hari lalu

Samuel Sekuritas Prediksi IHSG Berpotensi Menguat, Cermati 8 Saham Ini

Samuel Sekuritas menyoroti sejumlah saham yang perlu dicermati para investor dengan kondisi IHSG hari ini.


BRI Buyback Saham, Pengamat: Manajemen Yakin Undervalued

1 hari lalu

BRI Buyback Saham, Pengamat: Manajemen Yakin Undervalued

Tujuan dari aksi korporasi tersebut digunakan untuk program kepemilikan saham bagi para pekerja BRI.


IHSG Sesi I Anjlok ke 7.090, 7, Samuel Sekuritas: Pasar Asia Cenderung Melemah

2 hari lalu

IHSG Sesi I Anjlok ke 7.090, 7, Samuel Sekuritas: Pasar Asia Cenderung Melemah

IHSG berada di level 7.090,7 atau turun 1,22 persen dari angka penutupan Jumat pekan lalu, 23 September 2022 di 7.178,5.


IHSG Bergerak di Zona Merah Pagi Ini, Samuel Sekuritas Soroti 3 Saham

2 hari lalu

IHSG Bergerak di Zona Merah Pagi Ini, Samuel Sekuritas Soroti 3 Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 26 September 2022.


Tahap-tahap Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

4 hari lalu

Tahap-tahap Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

Cum Dividend Date adalah tanggal terakhir suatu perdagangan saham. Pemegang saham masih berhak mendapatkan dividen, tunai maupun dividen saham.