Selasa, 11 Desember 2018

Pengusaha Lombok Minta Keringanan Bunga Pinjaman Setelah Gempa

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Basarnas mengevakuasi korban tewas akibat tertimbun reruntuhan Masjid Jabal Nur yang rusak akibat gempa bumi 7 SR di Tanjung, Lombok Utara, NTB, pada 5 Agustus 2018. Menurut gubernur terpilih NTB Zulkieflimansyah, warga meninggal mencapai 381 orang, dan luka-luka 1033 orang. Kerugian rumah mencapai 22.721 unit yang rusak. ANTARA/Zabur Karuru

    Anggota Basarnas mengevakuasi korban tewas akibat tertimbun reruntuhan Masjid Jabal Nur yang rusak akibat gempa bumi 7 SR di Tanjung, Lombok Utara, NTB, pada 5 Agustus 2018. Menurut gubernur terpilih NTB Zulkieflimansyah, warga meninggal mencapai 381 orang, dan luka-luka 1033 orang. Kerugian rumah mencapai 22.721 unit yang rusak. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Mataram - Ratusan pengusaha industri pariwisata di Lombok mengeluhkan beban bunga pinjaman dari perbankan meskipun sudah memperoleh relaksasi yang diupayakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua Tim Task Force Recovery Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Awanadhi Aswinabawa melaporkan ke Gubernur NTB Zulfkieflimansyah, bahwa para pengusaha di Gili Tramena memerlukan bantuan untuk mengatasi kesulitan setelah terjadinya gempa besar.

    Baca: Berkaca dari Gempa Donggala, Harus Ada Teknologi Antisipasi Gempa
    Baca: 8 Inovasi BPPT untuk Hadapi Bencana Gempa dan Tsunami

    ''Kami memohon bantuan gubernur agar bisa melobi untuk mendapatkan keringanan bunga kredit. Ini menjadi beban,'' kata Awanadhi Aswinabawa sewaktu bertemu dalam acara silaturahmi antara Zulkieflimansyah dengan para pelaku pariwisata di kantor Dinas Pariwisata NTB, Rabu 3 Oktober 2018 malam.

    Setelah terjadinya gempa besar berturut-turut hampir sebulan berlangsung, pada high session (musim ramai) yang lalu, kondisi kerusakan akomodasi dan restoran serta hilangnya wisatawan yang datang berkunjung menjadikan pengusaha kesulitan keuangan. Apalagi, saat ini sudah memasuki low session (musim sepi) wisatawan.

    Semula, rata-rata kunjungan wisatawan ke Gili Tramena mencapai 2.000 orang seharinya. Walaupun mulai datang wisatawan, kunjungannya sekitar separuhnya. Berdasarkan data terakhir OJK NTB, pinjaman pengusaha yang terdampak gempa mencapai Rp 2,9 triliun dari keseluruhan kredit se-NTB yang mencapai Rp 38,5 triliun.

    Relaksasi yang diberikan tergantung masing-masing bank bisa berlangsung selama 1 - 3 tahun. Karenanya kreditnya dianggap lancar. ''Jika tidak ada relaksasi maka kinerja industri keuangan bisa dinilai turun,'' ujar Kepala OJK NTB Farid Faletehan.

    Zulkieflimansyah mengajak para pengusaha pariwisata untuk menemui pimpinan OJK dan anggota Komis XI DPR RI yang rencananya akan datang berkunjung ke Lombok, Kamis 4 Oktober 2018.

    Untuk mengatasi berkurangnya kunjungan wisatawan mancanegara pelaku pariwisata meminta Zulkieflimansyah melobi maskapai penerbangan membuka rute langsung dari Australia maupun negara di Asia lainnya ke Lombok. ''Kalau bisa mendatangkan wisatawan langsung dari Australia, bisa membaik kunjungan wisatawannya,'' ucap Awanadhi Aswinabawa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.