Inggris Tawarkan Jawa Barat Pinjaman Reaktivasi Jalur Kereta Api

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek jalur kereta api untuk angkutan batubara di Desa Menanti, Lubai, Muara Enim. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Proyek jalur kereta api untuk angkutan batubara di Desa Menanti, Lubai, Muara Enim. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Inggris menawarkan dana pinjaman pada PT Kereta Api Indonesia (Persero) guna membiayai proyek reaktivasi empat jalur kereta di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menawarkan bantuan pendanaan kepada provinsi tersebut untuk membantu percepatan pembangunan infrastruktur.

    Baca: Suara Crane Ambruk di Proyek Double-Double Track Bangunkan 1 RW

    “Bunganya kecil tapi dalam rupiah, bukan poundsterling, rate-nya sangat murah sehingga ini pasti diminati BUMN. Supaya pembiayaan empat jalur (KA) saya bilang, sudah ke Inggris saja,” ungkapnya di Gedung Sate, Bandung, Kamis, 27 September 2018.

    Malik, kata Ridwan Kamil, akan menemui Direktur Utama (Dirut) PT KAI Edi Sukmoro untuk menawarkan langsung pembiayaan infrastruktur murah tersebut. Dia menilai tawaran ini penting diarahkan untuk proyek tersebut karena KAI butuh anggaran besar. “Kami fokus pada konektivitas, jalan tol, jalan kereta, airport. KAI kan operatornya, duitnya dari mana?” kata Ridwan Kamil balik bertanya.

    Meski nilai yang ditawarkan belum spesifik disebutkan, pihaknya meyakini Inggris bisa menyediakan angka triliunan untuk membiayai reaktivasi rute Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari. “Saya belum tahu, yang pasti triliunan,” ujarnya.

    Pemerintah Jawa barat mengundang investor Inggris melalui duta besarnya untuk berinvestasi. Inggris dinilai tetap memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk berinvestasi dalam jangka panjang di Indonesia, khususnya Jabar.

    Di tempat yang sama, Malik memastikan pihaknya mendukung kemajuan di bidang infrastruktur yang tengah digenjot pemerintah. Inggris memiliki tawaran modal keuangan infrastruktur hingga pengembangan desain infrastruktur. “Kami ada banyak ketertarikan,” ucapnya.

    Ketertarikan paling utama adalah pembiayaan atas reaktivasi empat jalur kereta di Jabar dan proyek pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) di Bandung Raya. Namun, tidak disebutkan berapa besar dana yang siap dikucurkan.

    Soal LRT, Moazzam memastikan pihaknya memiliki pengalaman mumpuni dalam membangun moda transportasi kereta api tersebut. Dia menambahkan Indonesia memiliki prospek jangka panjang yang bagus.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.