Kepala Bappenas Berharap Visi Misi Capres Selaras RPJMN 2020-2025

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro dalam acara seminar nasional pembangunan iptek untuk kemajuan bangsa di Kementerian Bappenas, Kamis, 30 Agustus 2018. TEMPO/ Kartika Anggraeni

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro dalam acara seminar nasional pembangunan iptek untuk kemajuan bangsa di Kementerian Bappenas, Kamis, 30 Agustus 2018. TEMPO/ Kartika Anggraeni

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro meminta visi-misi capres-cawapres yang akan disampaikan dalam kampanye, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) RI 2020-2025.

    Baca juga: Bappenas Dorong MRT Jakarta Diteruskan hingga Tangerang Selatan

    "Setiap kandidat diharapkan menyampaikan visi-misi yang sejalan dengan perencanaan jangka panjang," kata Bambang di Jakarta, Selasa 25 September 2018.

    Bambang menjelaskan saat ini pihaknya sedang menyusun kajian teknokratik RPJMN 2020-2024 yang merupakan bagian akhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional 2005-2025.

    Dalam kajian teknokratik RPJMN 2020-2024, Bappenas memproyeksikan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7 persen, angka kemiskinan 5,0 persen-5,7 persen, tingkat pengangguran 4,0 persen-4,6 persen dan tingkat ketimpangan (gini ratio) 0,371-0,373.

    Untuk itu, Bambang mengharapkan visi-misi capres-cawapres yang akan bersaing pada Pemilihan Umum Presiden 2019 dapat menyesuaikan dengan proyeksi maupun rumusan RPJMN, agar tidak hanya sekedar merupakan janji kampanye.

    "Supaya visi-misi ini tidak terlalu bergerak jauh dari apa yang ada di UU dan lima tahun ke depan bisa dipenuhi atau bisa dilakukan," ujar mantan Menteri Keuangan ini.

    Kepala Bappenas ini juga menyampaikan persoalan strategis yang akan dihadapi oleh capres-cawapres dalam lima tahun mendatang. Yakni upaya menekan ketergantungan ekonomi pada sumber daya alam serta mengurangi defisit neraca transaksi berjalan.

    "Risikonya adalah untuk menangani industrialisasi, dan karena kondisi saat ini, belum tentu hasilnya bisa langsung dirasakan dalam lima tahun. Tapi harus tetap berkelanjutan karena Indonesia harus bisa menyelesaikan masalah-masalah ini yang sebenarnya fundamental," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.