Nilai Tukar Rupiah di Jisdor Turun Tipis Hari Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang rupiah . REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi mata uang rupiah . REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah pada hari ini, Senin, 17 September 2018, turun tipis ketimbang pada hari Jumat lalu, 14 September 2018.

    Baca juga: Sedikit Naik, Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini

    Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, kurs menyentuh level Rp 14.859 per dolar Amerika Serikat. Bila dibandingkan dengan nilai tukar pada Jumat lalu, yakni Rp 14.835 per dolar AS, nilai tukar melesu 24 poin.

    Sementara, RTI Business mencatat rupiah menginjak level Rp 14.868 per dolar AS atau turun 67 poin ketimbang saat pembukaan pasar uang, yakni Rp 14.801 per dolar AS

    Sebelumnya, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memperkirakan pergerakan rupiah akan stabil pada pekan ini. Bhima memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.830 - Rp 14.880.

    "Pergerakan rupiah masih moderat menunggu rilis data neraca perdagangan bulan Agustus," kata Bhima.

    Bhima mengatakan rapat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang ditunda setelah The Fed melakukan rapat pada 25-26 September menjadi sinyal BI akan naikkan dua kali lagi suku bunga acuan.

    Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14-15 Agustus 2018 memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI 7 Day Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen. Suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen.

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan tersebut konsisten dengan upaya untuk mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik dan mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman.

    HENDARTYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.