Setelah Ibu Lia, Sandiaga Ceritakan Keluhan Ibu Isni dari Medan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno saat menghadiri Malam Seni Warga Kemayoran, Jakarta Pusat, 1 September 2018. Tempo/Taufiq Siddiq

    Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno saat menghadiri Malam Seni Warga Kemayoran, Jakarta Pusat, 1 September 2018. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah keluhan Ibu Lia dari Pekanbaru tentang lonjakan harga pangan yang dikisahkan kembali oleh calon wakil presiden Sandiaga Uno, hari ini kisah Ibu Isni dari Medan disampaikan oleh mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut. Curhat Ibu Isni ini didengar langsung oleh Sandiaga Uno ketika mengunjungi pasar Lima Marelan, Medan, Sumatera Utara. 

    Baca: Respons Sandiaga Uno, di Medsos Muncul Gerakan 100 Ribu Dapat Apa

    Di pasar itu, Sandiaga mengaku menyerap aspirasi ibu-ibu dan pedagang. Menurut dia, tak sedikit dari masyarakat yang mengeluhkan stabilitas harga, terutama bahan pokok. "Pasar tradisional akan menjadi perhatian kami karena menjadi detak sesungguhnya dari perekonomian bangsa, ekonomi Indonesia," ujar Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 16 September 2018.

    Dalam kunjungannya kali ini, Sandiaga menerima keluh kesah dari Ibu Isni. Sandiaga mengatakan Ibu Isni berharap harga kebutuhan sandang dan papan dapat turun, sehingga terjangkau oleh isi kantong emak-emak. "Kalau bisa tagihan biaya hidup lainnya bisa diturunin, khususnya listrik dan air bersih," ujar Ibu Isni.

    Menanggapi curhat Ibu Isni itu, Sandiaga mengatakan sebetulnya bila ekonomi terus bergerak bersama-sama, bangsa Indonesia akan mencapai kesejahteraan dan mampu mengentaskan kemiskinan maupun pengangguran. "Saya berharap para pedagang UMKM maupun masyarakat kecil, khususnya emak-emak, dapat terbantukan melalui stabilitas dan keterjangkauan harga bahan pokok," kata dia.

    Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Pekanbaru dua pekan lalu, Sandiaga juga menerima keluh kesah dari salah satu warga. Dia mengatakan mendapatkan cerita uang Rp 100 ribu, yang hanya dapat dipakai untuk berbelanja bawang dan cabai. Menurut dia, cerita itu didengarnya langsung dari seorang ibu bernama Lia.

    Cerita Ibu Lia ini disampaikan Sandi di depan para wartawan pada Rabu lalu, 5 September 2018, dalam acara bincang-bincang bertajuk "Kiat Sandi Uno untuk Menghadapi Dolar yang Semakin Menggila". Menurut Sandi, kondisi yang dialami Ibu Lia bisa sangat dimengerti karena menguatnya kurs dolar terhadap rupiah akan berdampak pada harga bahan pokok.

    Sandiaga Uno berujar cabai memang menjadi salah satu penyumbang inflasi terbesar di kampung halamannya tersebut. Karena itu, menurut dia, salah satu solusi agar harga bahan pokok di sana lebih terjangkau adalah melakukan pendekatan yang lebih holistik atau menyeluruh.

    Baca: Sandiaga: Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja di Zona Pesimistis

    Belakangan kisah Ibu Lia yang disampaikan Sandiaga ini berkembang viral diperbincangkan di banyak media sosial. Akibat cerita ini pula kemudian belakangan muncul gerakan #100ribudapatapa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.