Info Pekerja Bisa Tarik Dana Rp 21 Juta, BPJS: Itu Hoax

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TKI Bisa Daftar BPJS Ketenagakerjaan di KBRI dan KJRI

    TKI Bisa Daftar BPJS Ketenagakerjaan di KBRI dan KJRI

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengimbau masyarakat untuk waspada dan hati-hati dengan informasi palsu atau hoax yang menyatakan pekerja bisa menarik dana Rp 21 juta di BPJS.

    Baca juga: SMS Dana Bantuan BPJS Ketenagakerjaan Dipastikan Hoax

    "Info itu hoax. Kami minta agar masyarakat dan pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak mempercayainya," kata Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Irvansyah Utoh Banja di Jakarta, Selasa, 28 Agustus 2018.

    Sebelumnya, beredar informasi di grup media sosial info yang berbunyi: "Mereka yang bekerja antara tahun 1990 dan 2018 memiliki hak untuk menarik Rp 21 juta dari Badan Penvelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Cari tahu apakah nama Anda ada dalam daftar orang-orang yang memiliki hak untuk menarik dana ini: https://mobr.info/bpjs."

    Baca juga: Atlet Asian Games 2018 Diberi Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

    Utoh menjelaskan, informasi tersebut adalah informasi palsu (hoax) dari orang yang mencoba mengambil keuntungan dengan menggunakan nama BPJS. "Mohon masyarakat waspada, untuk mengecek lebih dulu segala informasi yang beredar," ujarnya.

    Utoh menambahkan, informasi terkait BPJS Ketenagakerjaan bisa diakses dengan mendatangi kantor cabang, atau melalui website dan sosial media resmi, atau bisa juga dengan menghubungi call center 1500910.

    "Kami sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait dan pewakilan pengelola resmi media sosial untuk menutup akun-akun yang terindikasi penipuan dan kriminal," kata  Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS tersebut.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).