BCA: 97 Persen Nasabah Kami Lakukan Transaksi secara Digital

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mencoba layanan aplikasi perbankan eletronik atau disebut eBranch produk dari Bank BCA di Jakarta, 22 Februari 2017. Bank BCA meluncurkan empat produk dan layanan antara lain Paspor BCA menggunakan chip, eBranch, Halo BCA Chat dan Vira memenuhi kebutuhan nasabah dalam layanan perbankan. Tempo/Tony Hartawan

    Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mencoba layanan aplikasi perbankan eletronik atau disebut eBranch produk dari Bank BCA di Jakarta, 22 Februari 2017. Bank BCA meluncurkan empat produk dan layanan antara lain Paspor BCA menggunakan chip, eBranch, Halo BCA Chat dan Vira memenuhi kebutuhan nasabah dalam layanan perbankan. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Central Asia (BCA) Tbk mengklaim transaksi yang dilakukan di kantor cabang saat ini hanya 3% dari total aktivitas. Selebihnya, sebanyak 97% sudah dilakukan nasabah secara digital. 

    Baca: Ini Sebab BCA Tak Berani Terapkan Uang Muka KPR Nol Persen

    Meski demikian, kegiatan pembukaan kantor cabang masih menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi setiap tahunnya. 

    Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja mengatakan hal ini karena mengingat keperluan masyarakat akan keberadaan kantor konvensional masih ada. Namun, dengan volume yang semakin menciut. 

    "Nasabah kami 97% sudah melakukan transaksi secara digital, tetapi kita tetap selalu buka kantor. Kalau dulu bisa sampai 80 kantor cabang setiap tahun sekarang paling 20 - 30 kantor kecil-kecil saja," katanya, Minggu 26 Agustus 2018.

    Jahja pun menilai tren penutupan kantor cabang yang semakin bertumbuh saat ini menjadi hal yang positif. Pasalnya, perbankan sudah mampu melakukan kegiatannya dengan lebih efisien. 

    Sayangnya, kondisi makro dan tatanan Indonesia masih banyak memicu ketidakefisienan. Dirinya mencontohkan, jalanan yang macet membuat biaya logistik untuk pengisian ATM dan pengiriman uang membengkak. 

    Belum lagi, masalah keamanan negara yang belum stabil sehingga setiap kantor cabang harus memiliki satpam. Padahal di luar negeri kebutuhan akan satpam sudah sangat sedikit. 

    Sementara inflasi juga masih tinggi, sehingga gaji harus naik 8% setiap tahun, padahal di banyak negara lain gaji naik hanya sekitar 2% sampai 3%.

    Dia juga menilai kebanyakan saat ini kantor yang tutup adalah kantor cabang kecil dengan bisnis mikro-banking bukan cabang konvensional. 

    "Artinya menurut saya bank sudah lumayan efisien tapi masih harus hidup dalam sistem yang belum efisien," ujarnya.

    Baca: BCA Finance Naikkan Bunga Kredit 0,25 Persen per Agustus

    Sekretaris Perusahaan Bank BCA Jan Hendra menambahkan dari sisi nilai transaksi, memang masih sekitar 55% terjadi di kantor cabang sedangkan secara frekuensi hanya 3%.

    Menurutnya, tren digitalisasi sesuatu yang pasti dan disesuaikan dengan preferensi nasabah. Makanya, format cabang pun akan perusahaan sesuai dengan perkembangan yang ada.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.