Ratusan Driver Go-jek Kredit Rumah BTN

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rara (Ketiga dari kiri) mendapatkan penghargaan dari Go-Jek. Sumber: swa.co.id

    Rara (Ketiga dari kiri) mendapatkan penghargaan dari Go-Jek. Sumber: swa.co.id

    TEMPO.CO, Balikpapan – Layanan jasa transportasi daring, Go-Jek meluncurkan program swadaya peningkatan kesejahteraan bagi mitra driver selama dua tahun terakhir. Ada bermacam program swadaya diberikan, namun untuk program kredit kepemilikan rumah menarik minat mitra driver daring.

    BACA: HUT RI, Go-Jek Luncurkan Ojek Online di Sabang dan Merauke

    “Harus diakui program kepemilikan rumah swadaya Go-Jek memperoleh minat tinggi dari mitra driver kami,” kata Strategic Regional Head, Go-Jek Kalimantan dan Sulawesi, Anandita Danaatmadja di Balikpapan, Jumat 24 Agustus 2018.

    Manajemen Go-Jek, kata Anandita, awalnya meluncurkan program swadaya yang tujuan utamanya peningkatan kesejahteraan mitra driver. Ada tiga item program ditawarkan ; meringankan pengeluaran driver, proteksi perlindungan kesehatan dan terakhir perencanaan financial jangka panjang.

    Setelah peluncuran program, lanjut Anandita, program perencanaan financial jangka panjang juga langsung memperoleh respon positif dari mitra driver. Program ini membantu para mitra driver dalam kepemilikan rumah maupun wisata relegi umroh ke tanah suci.

    “Program kepemilikan rumah langsung mendapatkan minat dibandingkan lainnya,” ujarnya.

    Go-Jek menggandeng Bank Tabungan Negara (BTN) mewujudkan mimpi mayoritas driver daring yang merupakan pekerja informal. Menurut Anandita, Go-Jek menjamin kelayakan mitra drivernya guna memperoleh kredit perumahan rakyat (KPR) BTN.

    “Bukan perkara mudah memperoleh KPR dari bank bagi pegawai formal apalagi untuk pekerja informal seperti driver mitra kami,” ujarnya.

    Karenanya, Go-Jek menerapkan proses penjaringan ketat dimana kelayakan driver akan dievaluasi selama setahun berjalan. Go-Jek mengkaji pendapatan rata rata driver bersangkutan apakah mencukupi pembayaran angsuran per hari.

    Setelah dianggap memenuhi syarat, Anandita mengatakan, saldo driver mitra Go-Jek dipotong sebesar Rp 48 ribu per hari. Selama sembilan bulan ke depan, total dana terkumpul menjadi down payment (DP) pembayaran kredit rumah KPR BTN.

    “Setelah itu driver rutin mengangsur kredit rumah sebesar Rp 48 ribu per hari hingga lunas,” papar Anandita membeberkan teknis perencanaan financial kepemilikan rumah mitra driver.

    “Penjaringan mempertimbangkan pendapatan driver berikut pengeluaran hariannya agar tidak membebani pembayaran angsuran.”

    Meskipun begitu, Anandita menyebutkan, sudah ada 400 driver Go-Jek mengantongi akad kepemilikan rumah KPR BTN. Selama kurun dua tahun ini, terdapat 4.500 driver Go-Jek yang melayangkan aplikasi kepemilikan rumah Go-Jek.

    “Area Balikpapan terdapat 4 driver yang dalam proses pelunasan DP kredit rumah BTN,” ungkapnya.

    Go-Jek menjalin kerjasama dengan 1 juta mitra driver yang tersebar di 70 kota/kabupaten seluruh Indonesia. Survey internal menempatkan kepemilikan rumah menempati prioritas utama pemenuhan kebutuhan mitra driver.

    “Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang wajib dipenuhi,” tuturnya.

    BACA: Nadiem Minta Maaf Go-Jek Baru Ekspansi ke Papua Setelah 8 Tahun

    Anandita berharap, program program swadaya Go-Jek meningkatkan kesejahteraan mitra driver secara berkelanjutan. Program swadaya meliputi keringanan pembelian paket data internet, perawatan kendaraan bermotor hingga asuransi kesehatan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.