2019, PUPR - Kemendag Bangun Pasar di Bukittinggi dan Semarang

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pedagang Pasar Johar Semarang, memasang terpal untuk kios sementara di Jalan Agus Salim. Semarang, 16 Mei 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    Sejumlah pedagang Pasar Johar Semarang, memasang terpal untuk kios sementara di Jalan Agus Salim. Semarang, 16 Mei 2015. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) membangun pasar tradisional di dua lokasi pada 2019.

    Baca juga: PUPR Akan Bangun Lima Pasar Induk pada 2019

    "(Kerja sama) ini harapannya bisa membangun dengan baik dan memberi contoh kepada pelaksana di daerah bagaimana membangun sesuai kaidah yang baik," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam acara penandatanganan kontrak bersama di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin, 20 Agustus 2018.

    Kerja sama itu antara lain untuk membangun Pasar Atas Bukit Tinggi dengan nilai konstruksi Rp 292 miliar yang dijadwalkan selesai pada Desember 2019 dan rehabilitasi Pasar Johar Semarang dengan nilai konstruksi Rp 146 miliar yang juga ditargetkan selesai pada Desember tahun depan.

    Selain itu, terdapat pula proyek renovasi dan pengembangan Stadion Manahan Solo dengan nilai konstruksi Rp 301 miliar yang dijadwalkan selesai September 2019.

    Baca juga: Pasar Sentral Makassar Ditargetkan Rampung September

    Meski Kementerian PUPR telah meminta tambahan anggaran ke Kementerian Keuangan, ujar Basuki Hadimuljono, tetapi juga diupayakan mencari sejumlah skema pendanaan, baik dengan BUMN mapun swasta untuk membiayainya.

    Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memaparkan sinergi yang dilakukan pihaknya dengan Kementerian PUPR merupakan hal yang tepat karena setiap pembangunan memang sebaiknya diserahkan kepada ahlinya.

    Menurut Enggartiasto, pembangunan pasar tradisional oleh Kementerian PUPR dengan Kementerian yang dipimpinnya itu akan menghasilkan beragam manfaat, termasuk lebih hemat, lebih bagus, dan lebih benar dalam pengerjaannya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.