PUPR Tambah 100 Hidran Umum Bagi Korban Gempa Lombok

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) berdialog dengan korban gempa di posko pengungsian Dusun Karang Subagan, Desa Pemenang Barat, Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 14 Agustus 2018. Pemerintah akan memberi bantuan perbaikan rumah rusak ringan sebesar Rp 25 juta dan Rp 50 juta untuk rumah rusak berat. ANTARA

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi (tengah) berdialog dengan korban gempa di posko pengungsian Dusun Karang Subagan, Desa Pemenang Barat, Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 14 Agustus 2018. Pemerintah akan memberi bantuan perbaikan rumah rusak ringan sebesar Rp 25 juta dan Rp 50 juta untuk rumah rusak berat. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR mengirim sarana dan prasarana atau sapras air bersih dan sanitasi bagi para pengungsi korban gempa Lombok. Pengiriman ini kerap dilakukan usai perpanjangan masa tanggap darurat gempa oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi yang berakhir pada 25 Agustus 2018.

    BACA: BNPB: Kerugian Ekonomi Gempa Lombok Bertambah Menjadi Rp 7,45 T

    Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H. Sumadilaga mengatakan, distribusi belum menjangkau secara merata hingga ke daerah terpencil karena memerlukan tambahan hidran umum sebagai tempat tampungan air.

    “Saat ini hidran umum yang telah terpasang sebanyak 100 buah dan sudah kami tambah sebanyak 100 buah,” ujar Danis melalui keterangan tertulisnya yang diterima Tempo pada Kamis, 16 Agustus 2018.

    Sebanyak 100 unit hidran umum yang dikirimkan dari gudang peralatan Kementerian PUPR di Jakarta telah tiba di Mataram sejak Selasa, 14 Agustus 2018. Selain itu, Kementerian PUPR juga kembali mengirim 149 WC portable dari Surabaya dan 280 set WC knock down.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Danis sempat meninjau lokasi pengungsian di Lombok Utara. Danis mengatakan, sebanyak 20 sumur bor yang dilengkapi pompa air tanah (PAT) dengan kapasitas 15-20 liter per detik difungsikan sebagai sumber air bersih pengungsi. Sebaran 20 sumur bor dan PAT adalah lima unit di Kabupaten Lombok Timur dan 15 unit di Kabupaten Lombok Utara.

    BACA: Korban Meninggal Gempa Lombok Bertambah Jadi 460 Orang

    Air bersih kemudian didistribusikan menggunakan 19 mobil tangki air (MTA) ke wilayah yang telah disepakati bersama dengan Basarnas, PMI, BNPB, dan Kepolisian. Air juga ditampung dengan menggunakan tandon air maupun hidran umum berkapasitas 2.000 liter.

    Sebelumnya Kementerian PUPR telah memasang 90 WC portable di sejumlah lokasi pengungsian. Di antaranya adalah Posko Kecaatan Tanjung, Desa Sokong, Posko Kecamatan Gangga, Posko Kecamatan Pemenang, dan Posko Kecamatan Kayangan yang juga dilengkapi oleh hidran umum dan bioseptik.

    Gempa Lombok berkekuatan 7,0 Skala Richter terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018. Gempa susulan terus terjadi setelah itu. Terakhir gempa susulan cukup besar kembali terjadi pada Kamis, 9 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.