Sri Mulyani: Ada Risiko Tekan Defisit Neraca dengan Kurangi Impor

Layar yang menampilkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pandangan akhir Pemerintah pada Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis , 26 Juli 2018. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan salah satu langkah mengatasi melebarnya defisit neraca berjalan adalah meningkatkan ekspor dan mengurangi impor. Namun ada dilema juga karena impor berpotensi melemahkan pertumbuhan ekonomi.

Baca: Sri Mulyani Soal Krisis Turki: Kondisinya Beda Sekali dengan RI

"Tetapi skenario seperti itu juga harus kita siapkan apabila situasi memang akan semakin dinamis dan menekan," ujar Sri Mulyani di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Senin, 13 Agustus 2018.

Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat ada kenaikan defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan II 2018. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik Yati Kurniati mengatakan defisit pada triwulan II 2018 meningkat US$ 8 miliar atau 3 persen produk domestik bruto (PDB) jika dibanding triwulan sebelumnya sebesar US$ 5,7 miliar atau 2,2 persen PDB.

Baca: Sri Mulyani Sebut Penyebab Rupiah Loyo ke Rp 14.600 per Dolar AS

Defisit neraca berjalan merupakan salah satu fokus pemerintah lantaran menjadi salah satu faktor yang mengantarkan nilai tukar rupiah melesu ke angka Rp 14.600, meski pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup kuat pada triwulan II sebesar 5,27 persen.

Sri Mulyani menyebutkan upaya pemerintah menekan impor adalah mengalihkan barang modal yang biasanya diimpor ke produk dalam negeri. Salah satu contohnya adalah upaya pemerintah memperluas biofuel B20 alias bahan bakar dengan campuran minyak sawit 20 persen.

Selain itu, komponen yang ia soroti kerap diimpor adalah barang modal untuk infrastruktur ketenagalistrikan yang digunakan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. "Mereka sebetulnya memiliki policy TKDN (tingkat komponen dalam negeri), tetapi penggunaan komponen dalam negeri selama ini masih belum dipenuhi," ucapnya.

Karena itu, Sri Mulyani menyatakan hal tersebut menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam jangka pendek. Ia meyakini peralihan barang impor ke produk lokal bisa membantu Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekonomi sembari menekan defisit neraca berjalan saat ini.

"Kita tetap bisa mempertahankan dan menjaga momentum apabila yang disebut switching itu atau pengalihan expenditure dari tadinya barang import menjadi barang dalam negeri bisa dilakukan cepat," tuturnya.

Di samping itu, Sri Mulyani berujar upaya lain yang dilakukan pemerintah untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dan menjaga nilai tukar rupiah adalah mengajak swasta dan eksportir membawa dolar ke dalam negeri. 

"Bukan hanya masuk, tapi juga stay di bank dalam negeri lebih lama," kata Sri Mulyani. Menurut dia, suplai dolar ke dalam negeri sangat penting bagi kebutuhan ekonomi dalam negeri. "Caranya, kami terus melakukan persuasi moral dan monitoring," ujarnya.






Mengenal Apa Itu Ekspor Impor, Tujuan, dan Contohnya

41 menit lalu

Mengenal Apa Itu Ekspor Impor, Tujuan, dan Contohnya

Untuk menjaga perekonomian suatu negara, kegiatan ekspor dan impor perlu terus dilakukan. Tak terkecuali Indonesia. Ini penjelasan soal ekspor impor.


Sri Mulyani Siapkan Rp 25,01 Triliun dari APBN untuk Pemilu Serentak 2024, Ini Rinciannya

1 jam lalu

Sri Mulyani Siapkan Rp 25,01 Triliun dari APBN untuk Pemilu Serentak 2024, Ini Rinciannya

Sri Mulyani menyatakan telah menyiapkan anggaran Rp 25,01 triliun dari APBN untuk mendukung pemilu serentak pada tahun 2024. Seperti apa rinciannya?


PSI Apresiasi Postur APBN 2023, Dinilai Dukung Peningkatan Kualitas SDM Indonesia

4 jam lalu

PSI Apresiasi Postur APBN 2023, Dinilai Dukung Peningkatan Kualitas SDM Indonesia

PSI mengapresiasi postur APBN 2023 karena dinilai mendukung peningkatan kualitas SDM Indonesia


Terkini Bisnis: Bulog Tak Dapat Kuota Impor Gula, Sri Mulyani Jelaskan Nasib Ekonomi RI 2023

5 jam lalu

Terkini Bisnis: Bulog Tak Dapat Kuota Impor Gula, Sri Mulyani Jelaskan Nasib Ekonomi RI 2023

Berita terkini ekonomi dan bisnis pada Jumat sore, 3 Februari 2023, dimulai dari Bulog tak mendapat kuota impor gula konsumsi pada tahun ini.


Terkini: Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Baik-baik Saja, KPPU Mulai Usut Penjualan Bersyarat Minyakita

10 jam lalu

Terkini: Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Baik-baik Saja, KPPU Mulai Usut Penjualan Bersyarat Minyakita

Sri Mulyani sebut ekonomi RI baik-baik saja, KPPU mulai usut penjualan bersyarat Minyakita di daerah.


Bantah Situasi Ekonomi Indonesia 2023 Gelap, Sri Mulyani: yang Tidak Baik-baik Saja di Sana

11 jam lalu

Bantah Situasi Ekonomi Indonesia 2023 Gelap, Sri Mulyani: yang Tidak Baik-baik Saja di Sana

Menteri Keuangan Ekonomi Sri Mulyani kembali menyinggung soal kondisi perekonomian global 2023 yang diprediksi gelap gulita.


Sri Mulyani Ungkap Keengganan Masyarakat Kembali Kerja di Luar Rumah Jadi Penyebab Inflasi

12 jam lalu

Sri Mulyani Ungkap Keengganan Masyarakat Kembali Kerja di Luar Rumah Jadi Penyebab Inflasi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan luka dalam tetapi jua menimbulkan dampak baru dari cara masyarakat bersikap.


Terpopuler: Jokowi Tegur Luhut Tiga Kali Soal F1 Powerboat, PayPal Akan PHK 2.000 Karyawan

17 jam lalu

Terpopuler: Jokowi Tegur Luhut Tiga Kali Soal F1 Powerboat, PayPal Akan PHK 2.000 Karyawan

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 2 Februari 2023 dimulai dari teguran Presiden Jokowi ke Luhut soal Event F1 Powerboat.


Buwas Sebut Butuh 100 Ribu Ton Gula Kristal Putih Menjelang Ramadan: Bulog Tak Dapat Kuota Impor

1 hari lalu

Buwas Sebut Butuh 100 Ribu Ton Gula Kristal Putih Menjelang Ramadan: Bulog Tak Dapat Kuota Impor

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas mengaku pihaknya tak mendapat kuota impor gula konsumsi atau gula kristal putih sama sekali.


Sri Mulyani Minta Alumnus LPDP Kembali ke Tanah Air: Khawatir Makin Pintar Terus Lupa jadi Orang Indonesia

1 hari lalu

Sri Mulyani Minta Alumnus LPDP Kembali ke Tanah Air: Khawatir Makin Pintar Terus Lupa jadi Orang Indonesia

Sri Mulyani Indrawati punya harapan besar kepada alumnus penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Apa itu?