Senin, 22 Oktober 2018

Mengintip Mess dan Dapur TKA Cina di Morowali

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi kantin tenaga kerja asing atau TKA saat jam makan siang di  PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa, 7 Agustus 2018.

    Kondisi kantin tenaga kerja asing atau TKA saat jam makan siang di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa, 7 Agustus 2018.

    TEMPO.CO, Morowali - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memiliki 3.121 tenaga kerja asing atau TKA Cina. Di kawasan tersebut, terdapat 12 bangunan mess yang bisa ditujukan untuk tempat tinggal mereka.

    Baca: Ribuan TKA Cina di Morowali, Bagaimana Awal Kisahnya?

    "Sekitar 12 gedung ini ada kantor, ada dapur dan kantin, jadi tidak semua mess," kata Manajer Sumber Daya Manusia IMIP Achmanto Mendatu di Morowali, Sulawesi Tengah, Selasa, 7 Juli 2018.

    Menurut pantauan Tempo, setiap bangunan terdiri dari tiga lantai. Achmanto juga mengatakan bangunan tersebut mampu menampung hingga 150 orang. Saat masuk ke dalam mess kebersihan mess dan berbagai fasilitasnya juga terjaga. Para penghuni diharuskan melepas sepatu di luar dan disimpan di rak sepatu yang telah disediakan.

    Selain itu, kawasan mess ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas lainnya seperti lapangan voli, badminton dan lapangan futsal. Selain itu terlihat pula taman yang bisa digunakan untuk bersantai.

    Baca: Marak Isu Serbuan Tenaga Kerja Asing Cina, Ini Tanggapan Jokowi

    Mess tersebut selain ditempati oleh TKA Cina juga dihuni oleh para tenaga kerja Indonesia yang direkrut dari berbagai daerah. "Jadi tenaga kerja Indonesia yang direkrut luar kota seperti Jakarta, messnya di sini juga. Jadi campur sebenarnya," tutur dia.

    Setiap kamar dilengkapi dengan sebuah televisi, pendingin udara dan satu kamar mandi. Adapun kapasitas per kamar bergantung pada level pekerjanya. Untuk level pekerja terbawah, satu kamar bisa dihuni 3-4 orang.

    Salah satu TKA Cina yang menjadi salah satu manager di IMIIP, Lee Qiang merasa puas bekerja di perusahaan. Salah satunya ia menyinggung banyaknya teman-teman Indonesia yang mau bergaul dengannya.

    Qiang juga menjelaskan, perusahaan mengizinkannya cuti tiga bulan sekali ke Cina. Ia diberikan kesempatan selama dua minggu.

    Dia juga mengatakan bahwa jumlah TKA Cina di sini semakin menurun. "Awal bangun pabrik banyak yang bangun orang Cina, udah selesai bangun langsung pulang," ujar Qiang. 

    Ia mengatakan visa yang digunakannya di sini merupakan visa kerja yang akan diperpanjang jika masa berlakunya sudah habis. "Ya setahun sekali, nanti yang urus pihak perusahaan," kata dia.

    Qiang adanya penerjemah atau yang biasa disebut jubir untuk membantu berkomunikasi dengan tenaga kerja asal Indonesia. Selain itu, terdapat pula fasilitas dapur yang dipisahkan antara TKA Cina dan tenaga kerja Indonesia. Perbedaan tersebut terdapat dari pembagian menu pada makanan halal dan non halal.

    Pada dapur untuk TKA Cina terdapat 120 orang pekerja di dapur dengan beberapa koki yang berasal dari Cina. "Ada beberapa koki Cina untuk menyesuaikan lidah para TKA, sisanya asal Indonesia," kata Achmanto Mendatu.

    Aktivitas dapur pun dipisahkan dengan dapur untuk tenaga kerja Indonesia. Kepala Dapur TKI Teguh Trihartanto menjelaskan dalam dapur TKI kantin pelayanan dan produksi dapurnya berbeda. Ia menjelaskan jumlah karyawan di dapur Indonesia sebanyak 295 orang.

    Ia mengatakan menu makanan tidak akan berulang dalam jangka waktu yang dekat. "Menu ulangan dua minggu sekali. Menunya ikan, ayam, cumi, udang, telur, daging, sayur juga," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.