Kementerian PUPR Bangun Rusun untuk Petugas Lapas Nusakambangan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Wali Kota Depok Mohammad Idris, Wapres Jusuf Kalla, Presiden Jokowi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Seskab Pramono Anung mengamati maket UIII di Depok, 5 Juni 2018. Pembangunan UIII menelan biaya mencapai Rp 3,5 triliun. ANTARA/Wahyu Putro A

    Dari kiri: Wali Kota Depok Mohammad Idris, Wapres Jusuf Kalla, Presiden Jokowi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Seskab Pramono Anung mengamati maket UIII di Depok, 5 Juni 2018. Pembangunan UIII menelan biaya mencapai Rp 3,5 triliun. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR akan membangun rumah susun dan rumah khusus bagi petugas Lembaga Pemasyarakatan di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan rusun yang dibangun khusus petugas lapas nantinya berjumlah dua tower.

    BACA:PUPR Lelang Proyek Jalan Lintas Timur Sumsel Senilai Rp 2,2 T

    "Rusun yang dibangun sebanyak dua tower, satu tower untuk petugas lapas bujangan dan satu lagi untuk yang sudah berkeluarga," kata Basuki seperti dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018.

    Jumat kemarin, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan groundbreaking untuk menandai dimulainya pembangunan rusun tersebut. Dalam acara tersebut, hadir Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly ikut melakukan groundbreaking bersama Menteri Basuki.

    Basuki mengatakan selain rusun untuk petugas lapas Nusakambangan, Kementerian juga turut membangun rumah khusus atau Rusus. Pembangunan ini rencananya akan memenuhi kebutuhan hunian antara lain bagi para nelayan, pengungsi akibat bencana, TNI/Polri, dan penjaga perbatasan di pulau-pulau terluar.

    Adapun, Rusun untuk petugas yang sudah berkeluarga akan dibangun dengan konstruksi setinggi 3 lantai. Dengan ukuran kamar tipe 36 meter persegi sebanyak 42 unit atau mampu menampung 162 penghuni.

    Sedangkan satu tower lain akan dibangun dengan tinggi 4 lantai serta memiliki ukuran kamar tipe 24 meter persegi sebanyak 50 unit. Tower ini nantinya bisa memiliki kapasitas tampung 196 penghuni lajang.

    Rusun petugas lapas ini telah dilengkapi meubelair dan prasarana dan sarana utilitas yang akan dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya (Persero) dengan nilai kontrak sebesar Rp. 28 miliar. Khusus Rusus, Kementerian akan membangun sebanyak 28 unit dengan tipe 36 dan juga telah dilengkapi meubelair. Nilai kontrak pembangunan ini sebesar Rp 4,3 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Kelapa Setangkal Makmur.

    Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly mengungkapkan bahwa saat ini petugas yang ada di lapas Nusakambangan sudah ada lebih dari 500an pegawai. Namun karena tak ada fasilitas hunian yang dekat dengan lapas, sebagian petugas itu tinggal di Kota Cilacap.

    Baca juga: Proyek Tol Trans Jawa, Ruas Pejagan - Semarang Rampung Akhir 2018

    Karena itu, dengan dibangunnya fasilitas hunian untuk petugas lapas ini, tentunya akan sangat membantu para petugas yang tinggal jauh ke kota Cilacap. "Kami berterima kasih kepada Menteri PUPR. Ini sangat membantu kementerian kami," kata Yasona.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.