BCA Catat Laba Bersih Rp 11,4 T pada Semester I Tahun 2018

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO BCA Jahja Setiaatmadja di sela kegiatan Leadership Sharing Session 100 Bankir di Hotel J.W. Marriot Mega Kuningan, Jakarta Pusat, 28 November 2017. TEMPO Yohanes Paskalis Pae Dale

    CEO BCA Jahja Setiaatmadja di sela kegiatan Leadership Sharing Session 100 Bankir di Hotel J.W. Marriot Mega Kuningan, Jakarta Pusat, 28 November 2017. TEMPO Yohanes Paskalis Pae Dale

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA selama semester pertama tahun ini membukukan laba bersih Rp 11,4 triliun. Angka tersebut naik 8,4 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 10,5 triliun.

    Baca: Ini Sebab BCA Tak Berani Terapkan Uang Muka KPR Nol Persen

    Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan, kenaikan laba bersih itu di antaranya disumbang dari pendapatan operasional BCA. Pendapatan operasional tersebut terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya tercatat meningkat 7,6 persen menjadi Rp 29,5 triliun pada semester pertama 2018. Pendapatan operasional itu naik dibandingkan Rp 27,4 triliun pada semester pertama 2017.

    ”Kami meyakini bahwa Indonesia memiliki fondasi perekonomian yang kokoh dan prospek perekonomian yang positif ke depannya meskipun saat ini sedang dihadapkan pada kondisi makro ekonomi yang dinamis," kata Jahja di Hotel Indonesia Kempinski, Kamis, 26 Juli 2018.

    Baca: BCA Finance Naikkan Bunga Kredit 0,25 Persen per Agustus

    Jahja mengatakan posisi neraca yang solid dan penerapan praktik perbankan yang berhati-hati akan terus menjadi fondasi yang dalam pertumbuhan BCA ke depannya. Kepercayaan nasabah pada bisnis perbankan transaksi BCA telah mendukung kenaikan dana giro dan tabungan (CASA) yang merupakan fakta pendorong pertumbuhan dana pihak ketiga.

    CASA BCA meningkat 12,7 persen menjadi Rp 481,3 triliun dan tetap merupakan porsi utama dari dana pihak ketiga, yaitu sebesar 78,2 persen pada akhir Juni 2018. Dalam komposisi CASA, dana tabungan tumbuh 13,2 persen menjadi Rp 315,1 triliun, sementara dana giro meningkat 11,8 persen mencapai Rp 166,2 triliun.

    Adapun dana deposito di BCA tercatat sebesar Rp 134,3 triliun atau turun 7,6 persen. Meskipun mengalami penurunan secara year on year, dana deposito meningkat dibandingkan dengan posisi Maret 2018, sejalan dengan kenaikan suku bunga deposito. "Dengan demikian, secara keseluruhan dana pihak ketiga tumbuh sebesar 7,6 persen menjadi Rp 615,6 triliun pada akhir Juni 2018," kata Jahja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.