Kisah Menteri Basuki Hadimuljono Jadi Loper Koran di Amerika

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri depan) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) dan Menpora Imam Nahrawi (kanan belakang) saat meninjau Kompleks SUGBK, Senayan, Jakarta,  Senin, 25 Juni 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Presiden Joko Widodo (kiri depan) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) dan Menpora Imam Nahrawi (kanan belakang) saat meninjau Kompleks SUGBK, Senayan, Jakarta, Senin, 25 Juni 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono hari ini, Sabtu, 21 Juli 2018 menyempatkan hadir menjadi pembicara dalam acara We The Youth yang diinisiasi oleh komunitas anak muda di Epicentrum Walk, Jakarta Selatan. Acara ini diadakan setiap bulan dan kali ini mengangkat tema "Connecting Indonesia".

    BACA:Menteri PUPR Jadi Pembawa Obor di Pawai Asian Games 2018

    Di depan ratusan anak muda yang hadir, Basuki berbagi pengalaman pribadinya ketika berjuang meraih gelar doktoral di Amerika Serikat. "Tidak bermaksud membanggakan diri saya, tapi ini penting untuk adik-adik semua."

    Cerita bermula sekitar tahun 1987. Saat itu, Basuki yang sudah menjadi pegawai negeri sipil mendapat kesempatan melanjutkan studi magister atau S2 oleh Kementerian PUPR. Lokasi studi berada di Colorado State University, Amerika Serikat.

    Setelah menjalani sekitar dua tahun masa studi pada tahun 1989, Basuki akhirnya berhasil mengantongi gelar Master of Science. Karena telah rampung, maka Basuki sudah waktunya untuk kembali ke Indonesia.

    Di sinilah masalah muncul. Basuki kukuh ingin melanjutkan studi hingga tingkat doktoral atau S3 di kampus yang sama. Tapi Kementerian PUPR ternyata hanya menanggung biaya untuk studi magister semata.

    BACA:Menteri PUPR: Progres Flyover Manahan di Solo Sudah 45 Persen

    Maka mulailah Basuki berpikir siang malam disertai ibadah tambahan demi mencari jalan keluar. "Saya salat tahajud sampai puasa Senin Kamis." Sesekali, ia curhat masalah ini dengan senator dan pimpinan di Colorado State University.

    Salah seorang pimpinan kampus langsung menyampaikan pesan, "Bas, go ahead, nobody cares." Barulah setelah itu Basuki makin yakin untuk melanjutkan S3 dengan biaya sendiri.

    Pilihan itu diambil Basuki. Ia melanjutkan S3 dengan biaya sendiri dan diizinkan oleh kementerian. Ia harus bekerja paruh waktu seperti meloper koran di Colorado. Saat belajar dan bekerja pun, Ia harus menggendong anaknya. Saat itu, Basuki telah tinggal bersama sang istri dan buah hati yang ikut diboyong ke Amerika.

    Perjuangan itu tidak sia-sia. Sekitar tahun 1992, Basuki berhasil menyelesaikan studinya dan memperoleh gelar Doctor of Philosophy. Ia kembali pulang ke Indonesia dengan rasa bangga karena saat itu, menjadi satu-satunya pegawai Kementerian PUPR yang bergelar S3.

    "There is a will, there is a way, jika ada kemauan, pasti ada jalan," kata pria yang dijuluki Presiden Joko Widodo sebagai bapak infrastruktur ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.