IHSG Rebound, Menguat 0,07 Persen di Awal Perdagangan

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG rebound dan menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis, 28 Juni 2018. IHSG rebound saat dibuka di zona hijau dengan kenaikan tipis 0,07 persen atau 4,03 poin di level 5.791,58 dan menguat 0,15 persen atau 8,87 poin ke level 5.796,42 pada pukul 09.09 WIB.

    Adapun pada perdagangan Rabu kemarin, IHSG berakhir di zona merah dengan pelemahan 0,65 persen atau 38,10 poin di level 5.787,55.

    Simak: Dirut BEI Sebut IHSG Melemah Karena Ini

    Sebanyak 15 saham bergerak menguat, 17 saham bergerak melemah, dan 555 saham stagnan dari 587 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

    Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona hijau dengan support utama sektor tambang (+0,79 persen) dan aneka industri (+0,66 persen). Di sisi lain, sektor konsumer serta industri dasar masing-masing turun 0,28 persen dan 0,18 persen.

    Reliance Sekuritas memprediksi IHSG bergerak terkonsolidasi pada perdagangan hari ini karena aksi jual jenuh.

    Simak: Pernyataan Menteri Darmin Picu Penguatan IHSG Hari Ini 

    Analis Lanjar Nafi menuturkan, secara teknikal, IHSG pulled back MA5 dengan tertahan pada level fractal support melihat indikator RSI dan Stochastic yang berada jenuh jual setelah golden-cross pada perdagangan sebelumnya.

    Pada perdagangan Rabu kemarin, IHSG berakhir di zona merah, koreksi hari kedua berturut-turut, saat investor asing melanjutkan penjualannya seiring sepinya transaksi investor domestik di tengah libur pilkada serentak.

    “Pergerakan IHSG masih diperkirakan terkonsolidasi hingga akhir pekan dengan rentang pergerakan 5.770-5.824,” ujar Lanjar Nafi dalam risetnya hari ini.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.