Tiket Kereta Api Lebaran 2018 di Sumut Terjual 181.628 Kursi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang tengah membeli tiket kereta api di Stasiun Senen, Jakarta, 12 Maret 2018. PT KAI meningkatkan kapasitas kereta dan tempat duduk dengan menyiapkan 393 tempat duduk sehingga mampu mengangkut 236.210 penumpang setiap harinya. Tempo/Tony Hartawan

    Calon penumpang tengah membeli tiket kereta api di Stasiun Senen, Jakarta, 12 Maret 2018. PT KAI meningkatkan kapasitas kereta dan tempat duduk dengan menyiapkan 393 tempat duduk sehingga mampu mengangkut 236.210 penumpang setiap harinya. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiket kereta api Lebaran 2018 dari dan ke Medan, Sumatera Utara, hingga tanggal 17 Juni sudah terjual 181.628 kursi dari total 188.716 kursi yang disediakan.

    "Dari tiket yang sudah terjual 181.628 kursi itu, jumlah penumpang yang berangkat hingga 17 Juni mencapai 160.014 orang," ujar Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Sumatera Utara Sapto Hartoyo di Medan, Senin, 18 Juni 2018.

    Baca juga: PT KAI Tawarkan Tiket Kereta Api 'Sleeper' dengan Harga Promo

    Menurut Sapto, pesanan tiket terbanyak adalah untuk kereta api (KA) Putri Deli tujuan Medan-Tanjungbalai, disusul KA Sribilah rute Medan-Rantauprapat dan KA Siantar Ekspres rute Medan-Pematangsiantar.

    "Diperkirakan permintaan tiket KA masih akan banyak karena arus balik Lebaran belum selesai," ujar Sapto.

    Baca juga: Politeknik Ini Bakal Buka Program Studi Kereta Api

    PT KAI sendiri menetapkan masa Angkutan Lebaran 2018 mulai tanggal 5 hingga 26 Juni 2018. Adapun penjualan tiket KA Lebaran 2018 diprediksi meningkat dua persen dari penjualan 2017 yang sebanyak 282.330 kursi.

    "Yang paling disyukuri, angkutan Lebaran 2018 PT KAI di Sumatera Utara tahun ini berjalan aman dan lancar sesuai keinginan manajemen," ujar Sapto.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.