Senin, 25 Juni 2018

Jokowi: Dulu Bangunan Bandara Ahmad Yani Kumuh Banget

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kiri) dani Menteri BUMN Rini Soemarno (keenam kanan) saat meninjau landasan pesawat Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani, usai meresmikan pengoperasian terminal baru tersebut, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 7 Juni 2018. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

    Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketiga kiri) dani Menteri BUMN Rini Soemarno (keenam kanan) saat meninjau landasan pesawat Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani, usai meresmikan pengoperasian terminal baru tersebut, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 7 Juni 2018. ANTARA FOTO/R. Rekotomo

    TEMPO.CO, Semarang - Presiden Jokowi mengaku selama ini tak pernah memantau progress pembangunan Bandara Ahmad Yani, tak seperti pembangunan bandara lainnya. Namun, ia terkejut dengan kondisi bandara yang baru dan langsung bisa digunakan sebelum Lebaran.

    Terlebih, kata Jokowi, ia mendengar terminal Bandara Ahmad Yani baru bisa digunakan Desember tahun ini. "Tau-tau jadi, dan kaget saya, betul. Secara infrastruktur kalau saya boleh katakan, arsitekturnya bagus, lingkungannya cantik, kelihatan arus lalu lintasnya, enak keluar masuknya," tuturnya.

    Baca: Menhub Puas Bandara Ahmad Yani Siap Beroperasi

    Jokowi lalu membandingkan dengan kondisi Bandara Ahmad Yani sebelum diperbaiki pada empat tahun lalu. Saat itu kondisinya kumuh. Terlebih saat itu, di Bandara Ahmad Yani terdapat lonjakan jumlah penumpang meningkat signifikan. "Saya masuk (bandara) sedih gitu. Katanya ini airport internasional. Ya maaf saya ngomong apa adanya. Bangunannya kumuh banget, tapi kok gak dibangun, ada apa?" ujarnya. 

    Yang jauh lebih membuat Jokowi kaget adalah progress pembangunan Bandara Ahmad Yani yang sangat cepat. "Katanya akhir Desember jadi, tapi ini selesai dan langsung bisa digunakan," ujar mantan Walikota Solo itu.

    Baca: Bandara Ahmad Yani Baru Bakal Tampung 17 Ribu Pemudik Per Hari

    Sebelum menuju Terminal Bandara Ahmad Yani, Jokowi mengaku melakukan penerbangan melalui Bandara Kertajati Majalengka Jawabarat. Ia sempat membandingkan kondisi Ahmad Yani lebih cantik lingkungannya, terutama pada poin menggunakan konsep ramah lingkungan atau eco green. "Kalau dibandingkan dengan ini, ya sama-sama bagusnya. Tapi lingkungannya lebih cantik," ucapnya.

    Jokowi menyebutkan Bandara Ahmad Yani yang dulu hanya digunakan untuk penerbangan TNI, kemudian menjadi penerbangan domestik dan internasional. Dulu kapasitasnya 800.000 (penumpang per tahun) naik menjadi 6,5 juta. Kenaikan yang sangat tinggi, hingga 8 kali lipat," katanya.

    Baca: Bandara Ahmad Yani Baru Semarang Diresmikan Jokowi Sore Ini

    Peningkatan kualitas pelayanan Bandara, kata Jokowi, tentu akan berimbas ke bisnis kargo. Harapannya bakal membuka peluang besar bagi pengiriman barang menuju luar negeri. Peningkatan kapasitas kargo bandara yang semula hanya 10.000 ton per tahun, kini menjadi 16.000 ton per tahun. 

    Gerbang langit wilayah Jawa Tengah kini mulai terbuka lebar dengan dioperasionalkannya Bandara internasional Ahmad Yani Semarang yang diresmikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ke depan, Jokowi meminta agar bandara yang terletak di Kecamatan Semarang Barat itu bisa memenuhi standar internasional dan kembali menjadi bandara unggulan.

    "Runway-nya masih kurang panjang 2.500 (meter), jadi saya minta paling lambat akhir tahun depan bisa tambah jadi 3.000 (meter)," ucap Jokowi dalam soft launching peresmian terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang, Kamis 7 Juni 2018.

    Jokowi menyebutkan, terminal Bandara Ahmad Yani sudah bagus, hanya saja runway kurang panjang. "Nanti ada yang ngrasani (membicarakan), lah ini internasional kok 2.500, paling gak 3.000 (meter)," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.